Pemkab Kubu Raya Tata kawasan Trans Kalimantan

penataan

PONTIANAK, borneoreview.co – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalbar melakukan penataan kawasan strategis dengan mengedepankan kepentingan pengguna jalan, tanpa mengabaikan perekonomian masyarakat, salah satunya melalui penataan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Mayor Alianyang Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang.

“Penataan PKL di Jalan Mayor Alianyang di kawasan jalan Trans Kalimantan yang merupakan respons atas laporan masyarakat terkait kondisi kawasan yang semrawut, kotor, dan mengganggu kelancaran lalu lintas,” kata Bupati Kubu Raya Sujiwo di Sungai Ambawang, Minggu (4/1/2026).

Ia menjelaskan penataan untuk mengembalikan fungsi ruang publik, khususnya badan dan bahu jalan, agar lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

“Dulu kawasan ini mungkin salah satu yang terkumuh di Kabupaten Kubu Raya dan setelah ada laporan, saya langsung turun melihat. Saat pembongkaran memang tidak ada perlawanan, tetapi saya tahu dari raut wajah pedagang mereka berat. Alhamdulillah, melalui dialog, Allah memberi jalan terbaik,” katanya.

Menurut dia, Jalan Mayor Alianyang memiliki posisi strategis karena berada dekat Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sungai Ambawang. Jalur tersebut menjadi lintasan utama bus lintas negara dari dan menuju Malaysia serta Brunei Darussalam, sekaligus akses penghubung dari sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat menuju Pontianak.

“Ini wajah Indonesia dan wajah Kabupaten Kubu Raya. Semua orang dari Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau, dan Sanggau yang ke Pontianak pasti melewati jalan ini. Karena itu, kebersihan, kerapian, dan kenyamanan pengguna jalan harus dijaga,” katanya.

Sebagai bagian dari penataan lanjutan, ia meminta para pedagang mengecor halaman lapak masing-masing agar tanah dan lumpur tidak terbawa ke badan jalan saat kendaraan berhenti.

Pemerintah kabupaten juga berencana menambah penerangan jalan, lampu hias, serta menata tanaman guna menciptakan kawasan yang lebih tertib, aman, dan menarik.

“Kalau urusan perut rakyat, negara harus hadir. Pemerintah menyiapkan solusi, masyarakat berkolaborasi. Bahkan untuk kebutuhan cat, saya minta Dinas PUPR yang menyiapkan. Pedagang tidak perlu membeli sendiri,” katanya.

Kepala Desa Durian Fauzi mengapresiasi langkah Pemkab Kubu Raya yang melakukan penataan dengan pendekatan humanis.

Dia mengakui sebelumnya sempat muncul kekhawatiran di kalangan pedagang bahwa penataan identik dengan penggusuran.

“Ternyata penataan dilakukan dengan hati. Pedagang tetap bisa berjualan dan justru merasa lebih nyaman,” kata dia.

Koordinator PKL Jalan Mayor Alianyang Desa Durian Bambang menyebut para pedagang kini merasa lebih tenang dan bersyukur karena kawasan tempat mereka mencari nafkah menjadi tertib dan indah.

“Alhamdulillah pedagang sudah kembali berjualan seperti semula, bahkan lebih nyaman. Terima kasih kepada Bapak Bupati Sujiwo yang telah memberi solusi terbaik bagi kami,” katanya.

Penataan PKL di Jalan Mayor Alianyang tidak hanya memperbaiki wajah kawasan, tetapi juga menegaskan komitmen Pemkab Kubu Raya dalam menata ruang publik secara berkeadilan.

“Dari kawasan yang dahulu kumuh, kini Mayor Alianyang menjadi etalase Kabupaten Kubu Raya di gerbang lintas negara, yang ramah bagi pengguna jalan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *