Akses Internet Ratusan Desa Tuntas di Kaltim, Lampaui Target Tahunan

internet

SAMARINDA, borneoreview.co – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur menuntaskan akses internet ratusan desa dengan capaian yang melampaui target penetapan tahun lalu.

“Target kami tahun lalu hanya 716 desa, namun realisasinya mencapai 803 desa yang kini sudah terhubung internet secara aktif,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim Muhammad Faisal di Samarinda, Selasa (6/1/2026).

Faisal menjelaskan bahwa prioritas program pada  2026 akan bergeser sepenuhnya kepada desa-desa yang belum memiliki akses internet sama sekali.

Pihaknya mengembangkan paket internet bantuan di desa-desa dekat wilayah perkotaan yang jaringannya sudah stabil akan dialihkan pengelolaannya ke pemerintah kabupaten atau kota setempat.

“Kendala paling mendasar dalam upaya pemerataan internet di kawasan terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) saat ini adalah ketiadaan sumber daya listrik,” ungkap faisal.

Pihaknya mencatat dari total 841 desa di Kaltim, masih terdapat 125 desa yang belum teraliri listrik sehingga otomatis tidak masuk dalam target pemasangan internet.

Pembangunan fisik menara telekomunikasi atau tower juga bukan menjadi kewenangan pemerintah provinsi tahun ini karena merupakan ranah pemerintah pusat.

Menurut dia, solusi yang paling murah dan mudah untuk mengatasi hambatan geografis di Kaltim sebenarnya adalah penggunaan teknologi satelit orbit rendah.

Namun, opsi penggunaan satelit global masih menghadapi tantangan terkait kebijakan nasionalisasi dan regulasi pemerintah pusat yang dinilai belum stabil.

“Upaya pengadaan perangkat teknologi informasi juga dihadapkan pada aturan penggunaan produk lokal yang cukup ketat,” kata Faisal.

Pemerintah mewajibkan adanya tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 30 hingga 40 persen untuk setiap pengadaan barang jasa pemerintah.

Faisal mengakui hal tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat mayoritas peralatan pendukung teknologi informasi yang tersedia di pasar masih merupakan produk asing.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar target digitalisasi desa tetap berjalan optimal meski di tengah keterbatasan infrastruktur dasar,” demikian Faisal. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *