Wapres Minta Gubernur Kalsel Empati dengan Kritik Warga soal Banjir

Wapres Gibran

BANJAR, borneoreview.co – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka meminta Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin untuk empati dan selalu merespons serta menerima kritik/saran warga terkait penanggulangan banjir yang terus berulang di provinsi itu.

Wapres Gibran saat meninjau banjir di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalsel, Kamis, (8/1/2026) menerima dialog aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel untuk menyampaikan banyaknya keluhan warga soal bencana banjir di provinsi ini serta terus berulang.

Di hadapan Wapres Gibran, aliansi BEM se-Kalsel mengungkapkan kekecewaan terhadap Gubernur Kalsel yang dianggap kurang serius dengan kondisi warga yang sudah sepekan lebih terdampak banjir dan rumahnya masih tergenang air selutut hingga sepaha orang dewasa, bahkan di beberapa desa air banjir sempat mencapai atap rumah.

“Pak gubernur ini tolong didengarkan ya, ini keluhan rakyat mulai dipikirkan untuk solusi jangka panjang. Mungkin tata ruang masih ada yang tidak sesuai, faktor tambang, dan lainnya yang memicu banjir,” ujar Wapres.

Wapres juga menerima keluhan warga yang kecewa dengan pernyataan Gubernur Kalsel menyimpulkan bahwa kejadian banjir di Kabupaten Balangan pada Desember 2025 bukanlah banjir bandang dan menyimpulkan tidak ada kaitannya dengan kegiatan tambang dan perusakan lingkungan lainnya.

Wapres Gibran meminta agar Gubernur Kalsel menerima saran dan masukan dari mahasiswa dan warga yang mengeluhkan bahwa tata lingkungan daerah turut andil menyebabkan banjir di sejumlah kabupaten/kota di provinsi itu, selain disebabkan oleh curah hujan tinggi.

“Pak gubernur tolong ini didengar keluhan mahasiswa juga. Tapi saya juga minta mahasiswa jangan hanya kritik, harus ada juga solusi yang membangun,” ujar Gibran.

Setelah meninjau banjir di Kabupaten Banjar, Wapres didampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya (Marsdya) TNI Mohammad Syafii, terlibat dialog dengan aliansi mahasiswa yang menyuarakan agar pemerintah daerah setempat memberikan atensi serius untuk segera mencari solusi agar banjir tidak terjadi lagi saat musim penghujan.

Berdasarkan data sementara, bencana banjir di Kabupaten Banjar berdampak pada 9 kecamatan dan 121 desa. Tercatat sebanyak 23.133 rumah terdampak, dengan 13.732 rumah di antaranya masih terendam.

Jumlah warga terdampak mencapai 42.082 kepala keluarga atau 118.151 jiwa, termasuk 371 ibu hamil, 687 bayi, 2.145 balita, 4.356 anak, 3.944 lansia, dan 366 penyandang disabilitas. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *