PONTIANAK, borneoreview.co – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan, menyatakatan penguatan sinergi dengan TNI Angkatan Laut adalah keniscayaan.
Itulah sebab, menurut Wagub Kalbar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) melakukan penguatan sinergi dengan TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan pelayanan masyarakat.
Maksudnya, kata Wagub Kalbar, pelayanan itu berbasis sungai sekaligus menjaga keamanan wilayah perairan yang strategis.
“Kalbar memiliki sungai terpanjang di Indonesia dan banyak wilayah yang masih sulit dijangkau jalur darat,” katanya, Jumat (16/1/2026).
“Karena itu, kerja sama dengan TNI AL sangat penting, baik untuk pelayanan masyarakat maupun pemantauan aktivitas di sepanjang sungai,” tambahnya.
Krisantus Kurniawan mengatakan kolaborasi dengan TNI AL menjadi kebutuhan mendesak mengingat karakteristik geografis Kalbar yang didominasi wilayah perairan dan sungai, serta posisinya yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna Utara.
Ia mengapresiasi Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XII Kalimantan Barat atas penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk ambulans sungai, yang dinilai strategis untuk mendukung layanan publik di kawasan perairan.
“Ambulans sungai ini sangat membantu masyarakat yang bermukim di sepanjang alur sungai. Melalui kolaborasi, fasilitas ini bisa dimanfaatkan untuk mempercepat layanan kesehatan dan kondisi darurat,” tuturnya.
Selain pelayanan publik, Krisantus menyoroti tantangan keamanan laut yang masih dihadapi Kalbar, terutama terkait aktivitas ilegal seperti pencurian ikan dan pelanggaran wilayah perairan.
Menurutnya, posisi Kalbar yang berbatasan dengan kawasan rawan di Laut Natuna Utara menuntut pengawasan dan koordinasi yang kuat.
“Gangguan terhadap keutuhan NKRI masih kerap terjadi. Karena itu, sinergi pemerintah daerah dan TNI AL sangat dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan wilayah perairan,” Wagub Kalbar.
Sementara itu, Komandan Kodaeral XII Laksamana Muda TNI Sawa mengatakan TNI AL siap memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar dalam berbagai aspek, mulai dari pelayanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat pesisir, hingga pengamanan wilayah perairan.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, stakeholder vertikal, dan seluruh elemen terkait untuk bersama-sama membangun Kalimantan Barat, terutama di wilayah sungai dan laut,” tuturnya.
Menurut Laksda TNI Sawa, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan geografis dan keamanan di wilayah Kalbar, sekaligus untuk memastikan kehadiran negara dirasakan masyarakat hingga daerah terpencil.
Penguatan kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik di kawasan perairan, tetapi juga memperkokoh pengawasan dan keamanan laut Kalimantan Barat sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan nasional.
(Ant)
