TANAH LAUT, borneoreview.co – Peristiwa bisnis kadang hadir tanpa gegap gempita. Senyap, rapi, lalu tiba-tiba menentukan arah masa depan lebih baik.
Perpanjangan kontrak PT Darma Henwa Tbk bersama PT Arutmin Indonesia termasuk kategori itu. Senin 19 Januari 2026 menjadi penanda penting, tatkala dokumen perpanjangan proyek Kintap serta Asam Asam resmi diteken.
Di balik lembar perjanjian itu, terdapat denyut panjang industri jasa pertambangan nasional.
Kontrak ini bukan sekadar angka, melainkan napas keberlanjutan operasional, kepastian arus kerja, serta sinyal kepercayaan pemilik konsesi terhadap mitra kerja lama.
Estimasi nilai proyek itu pun bukan kaleng-kaleng, mencapai Rp 10,5 triliun, nominal besar, namun lebih besar makna strategisnya.
Darma Henwa hadir sebagai pelaku lama jasa tambang, menapaki lintasan bisnis melalui disiplin operasi serta ketahanan finansial.
Proyek Kintap serta Asam Asam di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan, telah menjadi ruang pembuktian konsistensi tersebut.
Kepastian kontrak life of mine memberi efek psikologis positif bagi internal perseroan. Pekerja lapangan, manajemen, hingga pemegang saham memperoleh sinyal stabilitas.
Dunia tambang mengenal risiko fluktuasi, maka kepastian jangka panjang menjadi mata uang bernilai tinggi.
Adalah Mukson Arif Rosyidi. Ia merupakan Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Darma Henwa, menegaskan makna strategis langkah ini.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, pernyataan resmi disampaikan secara lugas.
“Penandatanganan perjanjian perpanjangan kontrak life of mine memberikan kepastian jangka panjang atas kegiatan operasional perseroan serta berdampak positif terhadap kinerja dan kondisi keuangan perseroan,” tutur Mukson Arif Rosyidi.
Kepastian operasi bukan sekadar retorika, melainkan dasar perencanaan jangka menengah serta panjang.
Tanpa kepastian, investasi alat berat, pengelolaan sumber daya manusia, serta efisiensi biaya sulit dilakukan.
Kontrak Tambang Panjang
Proyek Kintap serta Asam Asam memiliki karakteristik produksi besar. Estimasi volume overburden mencapai 252 juta bcm.
Angka ini menandai intensitas kerja pemindahan material penutup sebelum batu bara diambil.
Di sisi lain, estimasi produksi batu bara mencapai 50 juta ton, mencerminkan skala industri kelas nasional.
Lokasi Tanah Laut bukan wilayah baru bagi aktivitas tambang. Infrastruktur pendukung telah terbentuk, rantai pasok relatif matang, serta tenaga kerja lokal terbiasa dengan ritme industri ekstraktif.
Kondisi ini mendukung efektivitas pelaksanaan kontrak jangka panjang. Pada kontrak terdahulu, proyek Asam Asam mencatat rata rata produksi overburden sekitar 17,3 juta bcm per tahun.
Produksi batu bara berada di kisaran 2,8 juta ton per tahun. Capaian tersebut menunjukkan stabilitas operasi dalam rentang waktu panjang.
Proyek Kintap mencatat volume lebih tinggi. Rata rata produksi overburden mencapai 25,3 juta bcm per tahun.
Produksi batu bara berada pada level 3,8 juta ton per tahun. Kombinasi dua proyek ini membentuk tulang punggung portofolio operasional Darma Henwa.
Data historis produksi memberi gambaran kapasitas teknis perseroan. Angka konsisten mencerminkan kemampuan manajerial, pengelolaan alat, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan.
Maka dari itu, dalam industri tambang, konsistensi sering lebih bernilai dibanding lonjakan sesaat. Perpanjangan kontrak menandakan evaluasi positif dari pihak pemberi kerja.
Arutmin Indonesia tentu melakukan penilaian kinerja sebelum menyepakati kontrak lanjutan. Keputusan ini menjadi validasi reputasi Darma Henwa sebagai mitra kerja andal.
Produksi Batu Bara
Produksi bukan sekadar hitungan tonase. Di balik angka, terdapat ritme kerja siang malam, deru alat berat, serta koordinasi lintas divisi.
Overburden removal menjadi tahap krusial. Tanpa pemindahan material penutup efisien, produksi batu bara terhambat.
Volume overburden ratusan juta bcm menuntut perencanaan matang. Penjadwalan alat, perawatan rutin, serta manajemen bahan bakar menjadi faktor kunci. Kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap biaya.
Produksi batu bara puluhan juta ton memberi kontribusi signifikan bagi pasokan energi domestik.
Batu bara masih memegang peran penting dalam bauran energi nasional. Kontrak jangka panjang membantu menjaga kontinuitas pasokan tersebut.
Darma Henwa tidak berdiri sendiri. Proyek ini melibatkan rantai panjang, mulai dari penyedia alat, kontraktor pendukung, hingga tenaga kerja lokal.
Adapun soal efek ekonomi bergulir ke wilayah sekitar tambang. Aktivitas bisnis lokal ikut bergerak.
Aspek lingkungan tetap menjadi perhatian. Operasi skala besar menuntut kepatuhan ketat terhadap regulasi lingkungan.
Reklamasi, pengelolaan air, serta pengendalian debu menjadi bagian integral aktivitas tambang modern.
Kepastian kontrak memudahkan perencanaan program lingkungan berkelanjutan. Tanpa kepastian waktu, program reklamasi sering berjalan setengah hati. Kontrak life of mine memberi ruang perencanaan lebih utuh.
Strategi Keuangan Emiten
Selain operasional, langkah korporasi lain turut menarik perhatian pasar. Darma Henwa merealisasikan pembelian kembali saham senilai Rp 480 miliar hingga 19 Januari 2026.
Langkah ini juga dinilai mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap nilai fundamental perseroan.
Total dana disiapkan mencapai Rp 950 miliar. Akumulasi saham terbeli mencapai 867 juta lembar.
Buyback sering dipahami sebagai sinyal optimisme manajemen terhadap prospek bisnis jangka menengah.
Dalam konteks perihal perpanjangan kontrak Arutmin, maka, buyback memperoleh relevansi tambahan.
Kepastian pendapatan jangka panjang memperkuat dasar keputusan finansial tersebut. Pasar cenderung merespons positif kombinasi kepastian kontrak serta aksi korporasi.
Struktur keuangan sehat menjadi fondasi ekspansi. Dengan arus kas relatif stabil, perseroan memiliki ruang memperbarui alat, meningkatkan teknologi, serta memperkuat sistem keselamatan kerja.
Langkah ini sekaligus mengirim pesan disiplin kepada investor. Manajemen tidak sekadar mengejar volume, namun menjaga nilai pemegang saham. Dalam iklim pasar fluktuatif, pesan semacam ini bernilai strategis.
Refleksi Industri Tambang
Perpanjangan kontrak Darma Henwa bersama Arutmin mencerminkan dinamika industri tambang nasional.
Kepercayaan, konsistensi, serta kepatuhan menjadi mata uang utama. Tanpa ketiganya, kontrak jangka panjang sulit terwujud.
Industri tambang tengah berada pada persimpangan. Tuntutan efisiensi berjalan beriringan dengan tekanan keberlanjutan. Pelaku jasa tambang dituntut adaptif, transparan, serta bertanggung jawab.
Dalam lanskap tersebut, Darma Henwa menapaki jalur stabil. Kontrak Kintap serta Asam Asam menjadi jangkar operasional. Buyback saham menjadi sinyal finansial. Keduanya membentuk narasi utuh perjalanan korporasi.
Narasi ini bukan euforia sesaat. Ia tersusun dari data produksi, pernyataan resmi, serta keputusan korporasi terukur. Bisnis mencatatnya sebagai peristiwa penting, tanpa perlu hiperbola.
Ke depan, tantangan tetap hadir. Harga komoditas, regulasi, serta tuntutan lingkungan akan terus berubah. Namun dengan fondasi kontrak panjang, Darma Henwa memiliki ruang bernapas lebih lapang.
Di tanah Kalimantan Selatan, deru alat berat akan terus terdengar. Bukan sekadar bunyi mesin, melainkan penanda kesinambungan industri, kerja, serta harapan ekonomi regional menanjak bahagia semringah.***
