Mahasiswa Magister FISIP UNTAN Edukasi Pengelolaan Sampah Lewat Pembuatan Eco Enzyme di Desa Dungun Laut

Kegiatan PPM

PONTIANAK, borneoreview.co – Sepuluh mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak sukses menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) di Desa Dungun Laut, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, pada 6–8 Februari 2026.

Kegiatan PPM dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sambas, Budi Iswanto, di Aula Kantor Kecamatan Jawai, Jumat (6/2/2026). Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan agar mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Berikan informasi dan dedikasi kepada masyarakat, karena di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ujarnya.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kapolsek Jawai Iptu Beni Agus Trianto, Plt. Camat Jawai Dedi Setiana, Dekan FISIP UNTAN Herlan, Ketua Panitia PPM Elyta, para dosen pembimbing dan tim monitoring UNTAN, serta para kepala desa dari wilayah sekitar, termasuk Kepala Desa Dungun Laut, Sentebang, Bakau, Parit Setia, Pelimpaan, Lambau, dan Sungai Nyirih.

Program PPM yang dilaksanakan mahasiswa FISIP UNTAN Kelompok 2 mengusung tema “Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Dungun Laut yang Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan.”

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan, mahasiswa bersama masyarakat melakukan penandatanganan komitmen pengelolaan sampah. Penandatanganan tersebut melibatkan Kepala Desa Dungun Laut Indra, dosen pembimbing Zulkarnaen, tim monitoring UNTAN Prof. H. Martoyo, perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta perwakilan masyarakat.

Komitmen tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri sehingga tercipta lingkungan desa yang bersih dan sehat.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai jenis-jenis sampah serta metode pengelolaannya. Selain itu, masyarakat juga diajak mempraktikkan pengolahan sampah organik melalui pembuatan eco enzyme bersama ibu-ibu PKK Desa Dungun Laut.

Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik dapur, seperti kulit buah dan sayur, yang dicampur gula merah atau molase serta air dengan perbandingan 3:1:10. Cairan ini memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami, pupuk organik, disinfektan, hingga penjernih udara.

Seluruh rangkaian kegiatan mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa, perangkat desa, serta masyarakat yang berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap sesi edukasi dan praktik yang dilaksanakan mahasiswa.

Sebagai bentuk dukungan terhadap fasilitas kebersihan desa, Ketua Kelompok 2 Fachmy Haddad bersama anggota kelompok menyerahkan bantuan tempat sampah untuk ditempatkan di kantor desa dan fasilitas umum Desa Dungun Laut pada Kamis (12/2/2026).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *