PONTIANAK, borneoreview.co – Hubungan antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dan masyarakat lokal seringkali dipandang dari sudut pandang konflik.
Namun, penelitian akademik terbaru dalam bidang sosiologi menunjukkan, stabilitas dan harmoni dapat dicapai melalui penguatan ikatan sosial (social bond) yang tepat. Bukan melalui pendekatan kekuatan atau keamanan semata.
Temuan ini disampaikan oleh Gunawan Wibisono, dalam ujian tesis Magister Sosiologi di Universitas Tanjungpura, Rabu (14/2/2026) pagi. Gunawan melakukan studi mendalam di PT Agronusa Investama (ANI), anak usaha Wilmar Grup di Kabupaten Sambas.
Gunawan berhasil memetakan, bagaimana transformasi manajemen dan perubahan strategi sosial, dapat meredam riak-riak konflik pasca-alih kelola perusahaan.
”Pengendalian sosial yang efektif di industri sawit saat ini, harus bergeser dari paradigma represif ke paradigma persuasif-preventif,” ujar Gunawan.
Dalam penelitiannya, ia menggunakan teori Social Bond dari Travis Hirschi untuk membuktikan. Bahwa, ketika masyarakat memiliki keterikatan emosional (attachment) dan kepentingan ekonomi yang nyata (commitment) melalui skema plasma.
“Secara alami, masyarakat akan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan,” kata Gunawan.
Penelitian ini menyoroti keberhasilan PT ANI, dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat melalui transparansi, dan pelibatan aktif elit lokal (Kepala Desa dan Tokoh Adat).
Hasil wawancara lapangan di Desa Semanga, misalnya, menunjukkan bahwa dialog rutin dan realisasi komitmen ekonomi, menjadi “lem” yang merekatkan kembali hubungan yang sempat retak di masa lalu.
Rekomendasi Strategis
Sebagai praktisi yang telah malang-melintang dan berpengalaman di dunia korporasi, Gunawan memberikan rekomendasi konkret bagi industri.
Pertama, pembentukan forum komunikasi rutin sebagai sistem peringatan dini (early warning system).
Kedua, standardisasi program CSR yang berorientasi pada kemandirian masyarakat.

Profil Penulis: Menjembatani Korporasi dan Akademik
Gunawan Wibisono dikenal sebagai praktisi senior di industri perkebunan kelapa sawit dengan spesialisasi pada bidang Corporate Affairs, Hubungan Eksternal, dan Perizinan.
Gunawan memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi. Ia kuliah strata atau S1 di Yogyakarta. Kini, ia melengkapi kepakarannya dengan gelar Magister Ilmu Sosiologi dari Universitas Tanjungpura (Untan) di Pontianak.
Kombinasi antara pengalaman lapangan yang luas, dan pemahaman teori sosiologi yang baik dan mendalam, menjadikannya sosok yang unik, kuat dan berpengalaman di industrinya.
Gunawan berkomitmen, terus menyuarakan pentingnya aspek kemanusiaan dan sosiologis, dalam tata kelola industri strategis nasional.
”Kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, dan hari ini adalah anugerah. Bagi saya, melakukan yang terbaik hari ini, adalah dengan memberikan kontribusi pemikiran yang bermanfaat, bagi harmonisasi industri dan masyarakat,” pungkasnya.***
