SETC Tingkatkan Kapasitas Nelayan Adopsi Teknologi Hemat Energi

SETC

PONTIANAK, borneoreview.co – Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) meningkatkan kapasitas nelayan dan pelaku usaha kecil melalui program Collaborator Hub dengan menghadirkan inovasi teknologi hemat energi berupa converter kit berbahan bakar gas (BBG).

“Program ini bertujuan memperkuat kapabilitas sumber daya manusia agar pelaku usaha mampu naik kelas dan berdaya saing melalui pendampingan berbasis praktik, jejaring kolaborasi dan akses pasar,” kata Direktur SETC Vivi Anggraeni melalui zoom meeting kepada masyarakat nelayan Sungai Kakap Kubu Raya, Kalbar, Sabtu (18/4/2026).

Vivi mengatakan Collaborator Hub merupakan jejaring UMKM binaan SETC yang menjadi bagian dari program keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia” bekerja sama dengan Innotech Foundation. Program ini berperan sebagai local enabler dalam mengaktifkan ekosistem pemberdayaan UMKM, termasuk komunitas nelayan.

Ia menjelaskan pendekatan kolaboratif dalam program ini menghubungkan inovator, pelaku usaha dan masyarakat untuk mendorong adopsi teknologi tepat guna yang menjawab kebutuhan di lapangan.

Salah satu implementasi konkret dari program tersebut adalah pelatihan penggunaan converter kit ABG, yakni teknologi konversi energi yang memungkinkan mesin berbahan bakar minyak beralih menggunakan bahan bakar gas yang lebih hemat, efisien dan ramah lingkungan.

“Teknologi ini menjadi solusi strategis bagi nelayan dan pelaku usaha kecil yang selama ini menghadapi tekanan biaya operasional akibat fluktuasi harga BBM,” tuturnya.

Menurut Vivi, penggunaan BBG mampu menekan biaya bahan bakar hingga 30–50 persen sehingga secara langsung meningkatkan margin usaha nelayan.

Program ini dijalankan melalui rangkaian kegiatan terintegrasi mulai dari sosialisasi, workshop, hingga pelatihan teknis terkait cara kerja, penggunaan, dan instalasi alat. Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melalui demonstrasi pemasangan converter kit pada mesin perahu.

Ia menambahkan Collaborator Hub tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga mendorong terciptanya efek berkelanjutan melalui pembentukan local technician dan local champion di masyarakat.

“Nelayan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga berpotensi menjadi agen adopsi teknologi di wilayahnya. Keterampilan instalasi dan perawatan ini juga membuka peluang usaha baru di bidang jasa teknis,” kata dia.

Dari sisi sosial, program ini dinilai mampu meningkatkan kemandirian energi masyarakat serta menciptakan tenaga kerja terampil di tingkat lokal. Sementara dari aspek lingkungan, penggunaan gas sebagai bahan bakar menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan BBM.

Sementara itu, inovator converter kit ABG, Amin Bengas, menyambut baik implementasi program SETC yang dinilai sejalan dengan tujuannya dalam menciptakan teknologi untuk membantu masyarakat menekan biaya operasional usaha.

“Tujuan utama inovasi ini memang untuk membantu masyarakat, khususnya nelayan, agar lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar,” katanya.

Melalui program tersebut, SETC berharap teknologi yang dikembangkan dapat diadopsi secara luas oleh masyarakat, sehingga mampu meningkatkan efisiensi usaha, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *