PONTIANAK, borneoreview.co – Bumi sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja. Laporan iklim global terus menunjukkan peningkatan suhu permukaan yang mengkhawatirkan, di mana emisi karbon dari sektor transportasi masih menjadi salah satu penyumbang terbesar sesaknya napas planet ini.
Di tengah tantangan besar perubahan iklim yang kian nyata, sebuah langkah kecil namun tegas dimulai dari jantung Kalimantan Barat.
Dimulai dari jumat pagi (17/4/2026), pemandangan di kantor PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) tampak luar biasa.
Area parkir yang biasanya riuh, kini benar-benar kosong dan senyap. Kebijakan sterilisasi area parkir hari ini bukan sekadar aturan administratif, melainkan sebuah aksi simbolis untuk memberikan “ruang bernapas” bagi lingkungan kantor dari segala jenis kendaraan pribadi.
Bagi insan PLN UIP KLB, jarak bukan lagi penghalang untuk mencintai lingkungan. Sejak matahari baru saja meninggi, antusiasme pegawai terlihat dari pilihan moda transportasi mereka yang beragam namun tetap satu visi yaitu energi bersih.
Pegawai yang berdomisili di sekitar kantor tampak berjalan kaki dan berlari kecil menuju gerbang. Dengan langkah mantap, mereka membuktikan bahwa tubuh yang sehat dan bumi yang bersih adalah dua sisi dari koin yang sama.
Tak berselang lama, rombongan pesepeda mulai berdatangan. Kayuhan pedal yang konsisten menggantikan injakan gas, menciptakan harmoni baru di pagi hari yang segar.
Menariknya, bagi pegawai dengan jarak tempuh lebih jauh, mereka memilih memanfaatkan transportasi umum berbasis listrik.
Dengan menggunakan layanan kendaraan listrik publik untuk mengantar dari rumah hingga pintu gerbang kantor, para pegawai menunjukkan dukungan nyata pada ekosistem kendaraan listrik tanpa harus menambah kepadatan di area parkir.
Pagi ini, tidak ada satu pun kendaraan yang menetap di lahan parkir, menjadikan halaman kantor sebagai ruang terbuka hijau yang luas.
General Manager PLN UIP KLB, Susilo, memandang transformasi ini sebagai wujud integritas insan PLN yang tidak hanya sekadar bekerja, tapi juga memberi teladan.
“Saat ini kita tidak hanya bicara tentang membangun infrastruktur kelistrikan, tapi kita bicara tentang menjaga rumah besar kita bersama, yaitu Bumi. Dengan mengosongkan area parkir hari ini dan beralih ke transportasi umum berbasis listrik, kita sedang mengirim pesan kuat bahwa transisi energi dimulai dari kerelaan kita mengubah kebiasaan. Kami ingin area kantor menjadi contoh ruang terbuka hijau yang bersih dari polusi,” tegas Susilo.
Clean Energy Day di UIP KLB telah bertransformasi dari sekadar instruksi menjadi sebuah identitas. Keputusan untuk menggunakan transportasi publik berbasis listrik dan membiarkan area parkir kosong adalah simbol bahwa transisi energi memerlukan kedisiplinan dan kesadaran kolektif.
Melalui langkah, lari, kayuhan, dan dukungan pada transportasi umum listrik, PLN UIP KLB ingin mengirimkan pesan dari garis khatulistiwa: bahwa untuk menyelamatkan dunia yang sedang memanas, kita tidak perlu menunggu es di kutub mencair sepenuhnya. Kita hanya perlu memulai dari apa yang bisa kita kendalikan hari ini dengan langkah kaki kita sendiri.
Ketika jam kerja dimulai, area parkir tetap kosong melompong, namun semangat di dalam gedung terasa jauh lebih bertenaga. Sebuah bukti bahwa masa depan yang lebih hijau sedang dibangun, satu langkah pada satu waktu.***
