Bupati Bengkayang: Jamaah Haji Jaga Nama Baik Daerah dan Bangsa 

Ibadah haji

BENGKAYANG, borneoreview.co – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis berpesan kepada jamaah calon haji asal daerahnya untuk menjaga nama baik daerah dan bangsa selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.

“Selain beribadah, bapak dan ibu juga membawa nama baik Kabupaten Bengkayang dan Indonesia. Karena itu, jaga sikap, patuhi aturan, dan tunjukkan akhlak yang baik selama di Tanah Suci,” ujar Sebastianus saat melepas keberangkatan jamaah calon haji di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang, Senin (4/5/2026).

Ia menyampaikan, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang sangat penting sehingga para jamaah diminta mempersiapkan diri secara fisik dan mental agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk.

Bupati juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan, mengingat kondisi cuaca dan aktivitas ibadah yang cukup padat.

“Jaga kondisi tubuh agar tetap prima sehingga dapat fokus beribadah dengan baik,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan saling tolong-menolong antarjamaah selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang, lanjut dia, berkomitmen mendukung penuh proses keberangkatan hingga kepulangan jamaah sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga meminta petugas haji dan tenaga medis menjalankan tugas secara optimal demi kelancaran ibadah jamaah.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Semoga seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bengkayang Ahmad Sihabuddin mengatakan jumlah jamaah haji asal Bengkayang pada 2026 sebanyak 10 orang, terdiri atas delapan jamaah reguler, satu prioritas lanjut usia, dan satu pendamping.

Ia menjelaskan seluruh jamaah telah mengikuti bimbingan manasik haji serta menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk vaksinasi meningitis dan polio, sebagai syarat keberangkatan.

“Tema haji tahun ini adalah ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, sebagai bentuk pelayanan yang inklusif dan berkeadilan,” katanya.

Jamaah tertua tercatat atas nama Nasrah Hasan Bujang Kasim (79), sedangkan termuda Urai Rika Kamariah (46), keduanya berasal dari Kecamatan Seluas.

Para jamaah tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTH 14 bersama jamaah dari sejumlah daerah di Kalimantan Barat dengan total 440 orang.

Rencananya, jamaah diberangkatkan menuju Asrama Haji Pontianak pada 4 Mei 2026, kemudian ke Embarkasi Batam pada 5 Mei 2026, sebelum bertolak ke Madinah pada 6 Mei 2026 menggunakan maskapai Saudia Airlines.

“Semoga semua Jamaah bisa melaksanakan ibadah dengan lancar dan pulang ke tanah air dengan selamat,” ujarnya.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *