Kementan Alokasikan Cetak Sawah Rakyat Seluas 1.067 Ha untuk Kotim

Cetak Sawah Rakyat

SAMPIT, borneoreview.co – Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan cetak sawah melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2026 bagi petani di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah seluas 1.067 hektare.

“Kotim ada dapat lagi untuk program CSR itu tepatnya 1.067 hektare. Kegiatan dilaksanakan tahun ini dan targetnya selesai di tahun ini juga,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Yephi Hartady Periyanto di Sampit, Selasa (5/5/2026).

Pelaksanaan Program CSR ini seluruhnya difasilitasi Kementerian Pertanian sehingga sangat membantu petani. Sebelumnya, DPKP Kotim sudah mengajukan data Calon Petani Calon Lahan (CPCL) penerima manfaat program CSR.

Kementerian Pertanian sudah melaksanakan penyusunan Survei Investigasi Desain (SID) yang dipercayakan kepada Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) sebagai penyusun SID.

Tim SID sudah datang ke Kotawaringin Timur dan turun ke lapangan. Diharap dengan kejelasan data ini sejak awal, maka tingkat keberhasilan CSR tahun ini bisa lebih baik.

Untuk 2026 ini, lokasi CSR di Kotawaringin Timur tersebar di empat desa yakni Desa Sei Ijum Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Desa Basawang dan Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit, serta Bapinang Hilir Laut Kecamatan Pulau Hanaut.

Sementara itu sebelumnya pada Kamis (9/4), dilakukan penanaman padi serentak di lahan CSR di Kotawaringin Timur dengan target 284 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Gerakan menanam padi serentak di lahan CSR ini merupakan program nasional yang seremonialnya dipusatkan di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Untuk Kalimantan Tengah ditargetkan penanaman seluas 5.000 hektare yang seremonialnya diwakili oleh Kotawaringin Timur.

Untuk di Kabupaten Kotawaringin Timur, penanaman padi serentak ini dilaksanakan di lahan CSR Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang. Di lokasi yang dikelola Kelompok Tani Mandiri Makmur ini tersedia lahan seluas 35 hektare, termasuk 5 hektare di antaranya yang langsung ditanami saat itu.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *