⁸PONTIANAK, borneoreview.co – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat (Sekda Kalbar) Harisson mengatakan ketersediaan darah masih menjadi harapan utama bagi anak-anak penyandang Thalassemia di provinsi itu yang harus menjalani transfusi secara rutin sepanjang hidup mereka.
“Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengajak masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) untuk lebih peduli terhadap donor darah sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya deteksi dini Thalassemia,” kata Harisson saat membuka Seminar Kesehatan bertema “Kenali Thalassemia, Lindungi Generasi Masa Depan” yang dirangkaikan dengan aksi donor darah Program ASN Kalbar Peduli di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kantor BPSDM Kalbar, Pontianak, Rabu (13/5/2026).
Harisson menegaskan, setiap hari kebutuhan darah di RSUD dr. Soedarso bisa mencapai sekitar 200 kantong. Darah itu dibutuhkan untuk pasien operasi, pasien kanker, pasien kebidanan, termasuk anak-anak penyandang Thalassemia.
Menurut dia, anak penyandang Thalassemia tidak dapat memproduksi darah secara normal sehingga harus menjalani transfusi darah berkala agar tetap bertahan hidup.
“Thalassemia sampai hari ini belum bisa disembuhkan. Karena itu dukungan masyarakat melalui donor darah sangat penting bagi keberlangsungan hidup mereka,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Harisson juga menyerahkan tali kasih kepada anak-anak penyandang penyakit kelainan darah itu serta menyapa langsung para ASN yang mengikuti donor darah.
Ia menegaskan donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi para pasien yang sangat bergantung pada stok darah.
Selain mendorong donor darah, Harisson juga menekankan pentingnya edukasi dan pemeriksaan Thalassemia sejak dini, terutama bagi remaja dan calon pasangan menikah.
Menurutnya, Thalassemia merupakan penyakit genetik yang dapat diturunkan apabila kedua orang tua sama-sama menjadi pembawa sifat atau carrier.
“Kalau kedua orang tua carrier, maka anaknya berpotensi lahir sebagai penyandang Thalassemia. Karena itu screening sebelum menikah sangat penting,” katanya.
Pemerintah Provinsi Kalbar, lanjut dia, juga terus memberikan dukungan bagi penyandang Thalassemia melalui bantuan obat-obatan dan alat kesehatan yang belum ditanggung BPJS Kesehatan.
Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalbar Windy Prihastari mengatakan aksi donor darah menjadi simbol solidaritas sosial yang harus terus dibangun di lingkungan ASN maupun masyarakat.
“Setetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan, khususnya anak-anak penyandang Thalassemia yang harus rutin menjalani transfusi,” kata Windy.
Ia berharap kepedulian terhadap donor darah dan pencegahan dapat terus meningkat agar semakin banyak generasi muda memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini dan kepedulian kemanusiaan.(Ant)
