BPS: Generasi Z Dominasi Struktur Penduduk Kalbar

Generasi Z

PONTIANAK, borneoreview.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat Generasi Z menjadi kelompok generasi terbesar dalam struktur penduduk Kalimantan Barat (Kalbar) berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.

“Kombinasi Generasi Z dan milenial mencakup hampir separuh populasi di Kalimantan Barat. Ini menunjukkan dominasi generasi produktif dalam struktur penduduk saat ini,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat, Muh Saichudin, di Pontianak, Senin (18/5/2026).

Dia merinci Generasi Z tercatat mencapai 26,17 persen dari total populasi Kalbar, disusul generasi milenial sebesar 25,10 persen.

Menurut dia, hasil SUPAS 2025 juga menunjukkan penduduk usia produktif 15–64 tahun mencapai 69 persen dari total penduduk Kalbar atau meningkat dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 sebesar 64,58 persen.

Sebaliknya, kelompok usia anak 0–14 tahun mengalami penurunan dari 31,84 persen pada 2010 menjadi 24,86 persen pada 2025. Sementara kelompok usia lanjut 65 tahun ke atas meningkat dari 3,58 persen menjadi 6,14 persen.

“Perubahan komposisi ini menunjukkan struktur umur penduduk mulai menyempit di usia muda dan melebar di kelompok usia produktif serta lanjut usia,” tuturnya.

BPS Kalbar mencatat jumlah penduduk Kalbar pada 2025 mencapai 5,77 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,33 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.

Dari total tersebut, jumlah penduduk laki-laki mencapai 2.959.853 jiwa atau 51,28 persen, sedangkan perempuan sebanyak 2.811.892 jiwa atau 48,72 persen.

Selain dominasi generasi muda, BPS juga mencatat tren penurunan angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) di Kalbar menjadi 2,25 anak per perempuan usia reproduktif 15–49 tahun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 sebesar 2,33 dan Sensus Penduduk 2010 sebesar 2,64.

Menurut Saichudin, kondisi tersebut menunjukkan Kalbar sedang memasuki fase bonus demografi yang ditandai meningkatnya jumlah penduduk usia produktif.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi daerah apabila didukung peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, serta lapangan kerja bagi generasi muda.

“Dominasi generasi produktif harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah,” katanya.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *