Sebut Ada 30 Kabupaten Tertinggal, Kepala Staf Kepresidenan: Segera Kita Pecahkan

kabupaten tertinggal

JAKARTA, borneoreview.co – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyiapkan langkah strategis mempercepat pembangunan 30 kabupaten tertinggal.

Melansir Antara, Selasa (9/6/2026) sebanyak 30 kabupaten tertinggal ini merupakan bagian dari 416 kabupaten yang ada di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dudung saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pengembangan Daerah Tertinggal dan Sangat Tertinggal di Gedung Bina Graha, Jakarta, kemarin.

Rakor ini bertujuan untuk memetakan langkah-langkah strategis yang akan segera dilaporkan kepada Presiden guna mengentaskan ketertinggalan di 30 kabupaten prioritas.

Dudung menegaskan bahwa di usia 80 tahun Indonesia Merdeka, masih terdapat warga di daerah terpencil yang tertinggal jauh dalam hal kesehatan, pendidikan, transportasi, serta penerangan.

Kondisi sarana kesehatan yang jauh bahkan telah mengakibatkan adanya korban meninggal dunia.

“Hal-hal ini harus segera kita pecahkan. Saya dalam waktu dekat akan melapor kepada Bapak Presiden agar masalah ini menjadi prioritas,” katanya.

“Kami juga akan mengundang 30 kepala daerah ini untuk menghadap secara langsung kepada Bapak Presiden,” tambah Dudung.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dan Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.

Hadir pula secara langsung empat kepala daerah yakni Bupati Intan Jaya Aner Maisini, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, Bupati Sumba Tengah Paulus S.K. Limu, dan Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, serta 26 kepala daerah lainnya yang bergabung secara daring.

Sementara itu, Mendes PDT Yandri Susanto mengungkapkan dari 416 kabupaten di Indonesia, terdapat 30 kabupaten yang menjadi penyumbang utama desa tertinggal dan sangat tertinggal.

Di wilayah-wilayah tersebut, persoalan utama yang dihadapi adalah akses listrik, di mana masih terdapat sekitar 5.000 desa yang gelap gulita.

Selain itu, masih terdapat wilayah tanpa sinyal, rendahnya sarana kesehatan dan pendidikan, serta sulitnya akses air bersih.

Yandri menjelaskan dari total 9.300 desa tertinggal dan sangat tertinggal di seluruh Indonesia, sebanyak 6.000 desa atau hampir 75 persen di antaranya terkonsentrasi di 30 kabupaten tersebut.

“Jadi kalau kita selesaikan 30 kabupaten ini, maka insya Allah daerah atau desa tertinggal itu akan kita selesaikan secara menyeluruh. Kita ingin melakukan yang terbaik dan tercepat sehingga daerah 3T ini bisa terselesaikan,” tegas Yandri.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *