BANJARBARU, borneoreview.co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menukarkan 431,85 kilogram sampah yang dipilah warga dengan sembako di Bank Sampah Desa Sungai Rangas, Kabupaten Banjar, untuk membangun budaya pengelolaan sampah dari sumber.
Melansir Antara, Sabtu (4/7/2026), Kepala DLH Kalsel Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan kegiatan Pilah Sampah Dapat Sembako yang digelar bersama Pemerintah Desa Sungai Rangas Tengah tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Dia menyebutkan warga membawa sampah yang telah dipilah dari rumah untuk ditukarkan dengan paket sembako.
Sampah yang disetorkan meliputi kardus, kertas duplek, botol plastik, plastik keras, plastik lemah, kaleng aluminium, rak telur, hingga minyak jelantah yang masih memiliki nilai ekonomis.
“Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui penukaran sampah dengan sembako, tetapi juga menjadi upaya membangun budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di tengah masyarakat,” ujar Rahmat, kemarin.
Ia mengungkapkan, sebanyak 431,85 kilogram sampah yang terkumpul selanjutnya dikelola melalui mekanisme bank sampah agar memiliki nilai ekonomis dan tidak berakhir di tempat pemrosesan akhir, sehingga turut mendukung upaya pengurangan timbulan sampah di Kalimantan Selatan.
“Kami berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga tidak hanya menjadi agenda tahunan maupun bulanan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya sebagai bagian dari perilaku hidup yang ramah lingkungan,” katanya.
Menurut Rahmat, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah akan memperkuat kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.
DLH Kalsel mengajak masyarakat di desa lainnya menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari agar memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.***
