TANJUNG SELOR, borneoreview.com – Direktorat Samapta (Ditsamapta) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan penyiraman jalan dengan kendaraan taktis (rantis) di Kabupaten Bulungan untuk mengurangi debu akibat cuaca ekstrem, di tengah banyaknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Melansir Antara, Rabu (9/9/2026), Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda Kaltara Kombes Andreas Deddy Wijaya, mengatakan bahwa penyiraman debu dilakukan menggunakan rantis Armoured Water Cannon (AWC) dan dimulai saat teriknya matahari pada pukul 13.00 WITA.
“Dalam rangka memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada masyarakat di tengah kondisi cuaca yang panas dan menyebabkan sejumlah ruas jalan kering serta berdebu, personel kami melakukan penyiraman jalan di Bulungan,” ujarnya, Selasa kemarin.
Andreas mengatakan rantis tersebut menyusuri sejumlah ruas jalan, mulai dari Jalan Sengkawit, Katamso, Jenderal Sudirman, Sutoyo, M.T. Haryono, Skip 1 dan kemudian kembali melalui Jalan Katamso dan Sengkawit hingga ke Markas Polda Kaltara.
“Kegiatan penyiraman kita mulai pukul 13.00 menggunakan satu unit Rantis AWC dengan kapasitas air sebanyak 5.000 liter serta dikawal satu unit kendaraan patroli R4 Ditsamapta Polda Kaltara,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, personel patroli R4 turut memberikan imbauan kepada pengguna jalan melalui pengeras suara agar meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman saat melintas di sekitar kendaraan AWC yang sedang melakukan penyiraman.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan menyebutkan suhu udara di Kaltara, khususnya di Bulungan mencapai 23-34 derajat celsius.
“Suhu udara berkisar antara 23 – 34 derajat celsius, suhu maksimum terjadi pada siang hari,” ujar Sylvi Yulianti, prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan.
Untuk sebaran titik panas berdasarkan Satelit Terra, Aqua, S-NPP dan NOAA20, Senin (8/9) mulai pukul 00.00 – 12.00 WITA terdapat sembilan titik panas di Kaltara dengan delapan kategori sedang dan satu kategori tinggi.***
