MELAWI, borneoreview.co – Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa didampingi Camat Pinoh Utara Mambang Gusmadi meninjau langsung lokasi yang akan menjadi pusat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-X tingkat Kabupaten Melawi Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Desa Tekelak, Kecamatan Pinoh Utara, Sabtu (26/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pelaksanaan MTQ yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 9 November 2026 mendatang.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat perkembangan pembangunan sejumlah fasilitas utama, seperti tribun, astaka, serta berbagai sarana pendukung lainnya. Selain kesiapan lokasi, perhatian juga diberikan terhadap akses menuju arena kegiatan agar mampu menunjang mobilitas peserta, panitia, tamu undangan, maupun masyarakat yang hadir selama pelaksanaan MTQ.
Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa mengatakan, persiapan MTQ harus dilakukan secara matang agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan MTQ tidak hanya ditentukan oleh kesiapan arena utama, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung, akses transportasi, akomodasi kafilah, serta koordinasi seluruh pihak yang terlibat.
“MTQ bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mempererat silaturahmi antarumat dan antarkafilah dari seluruh kecamatan,” ujar Bupati.
Ia meminta panitia dan seluruh perangkat terkait terus melakukan koordinasi serta menyelesaikan berbagai kebutuhan yang masih dalam tahap pengerjaan. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, setiap detail persiapan harus menjadi perhatian agar kegiatan dapat berlangsung maksimal.
“Kita ingin pelaksanaan MTQ ke-X ini berjalan dengan baik, tertib dan memberikan kesan positif bagi seluruh kafilah maupun masyarakat. Karena itu, seluruh persiapan harus terus dimatangkan, termasuk fasilitas dan pelayanan bagi peserta selama berada di lokasi,” katanya.
Bupati juga mengajak seluruh kecamatan di Kabupaten Melawi untuk mempersiapkan kafilah masing-masing secara optimal. Menurutnya, keterlibatan seluruh kecamatan menjadi bagian penting dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ tingkat kabupaten.
“MTQ ini diharapkan tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Melawi. Kita berharap lahir generasi yang memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, berakhlak baik, dan mencintai Al-Qur’an,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana MTQ ke-X tingkat Kabupaten Melawi Yussenno menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan kegiatan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Sejumlah pekerjaan masih terus dilakukan, terutama penyempurnaan fasilitas utama dan sarana pendukung di lokasi kegiatan.
“Persiapan saat ini sudah sekitar 70 persen. Kami masih melakukan sejumlah perbaikan dan penyempurnaan terhadap fasilitas pendukung kegiatan,” ujar Yussenno.
Ia menjelaskan, akses menuju lokasi pelaksanaan MTQ saat ini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek penting mengingat kegiatan akan diikuti oleh kafilah dari 11 kecamatan di Kabupaten Melawi.
Selain fasilitas arena utama, panitia juga telah menyiapkan kebutuhan akomodasi bagi para peserta. Untuk tempat tinggal kafilah, panitia memanfaatkan rumah-rumah masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
“Untuk tempat tinggal peserta, kami menyiapkan dua rumah untuk masing-masing kecamatan dengan memanfaatkan rumah-rumah masyarakat yang ada di sekitar lokasi,” jelasnya.
Yussenno menambahkan, sejumlah fasilitas yang telah tersedia di sekitar Desa Tekelak juga akan dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan cabang-cabang lomba. Masjid dan gedung milik Pemerintah Desa Tekelak disiapkan sebagai lokasi pendukung kegiatan.
Pelaksanaan MTQ ke-X Kabupaten Melawi Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan keagamaan, meningkatkan semangat generasi Qur’ani, serta mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah, masyarakat, kafilah, dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Melawi.***
