Nilai Ekspor Kalbar Melonjak 86 Persen, Malaysia Tujuan Terbesar

Ekspor

PONTIANAK, borneoreview.co – Neraca perdagangan Kalimantan Barat (Kalbar) kembali mencatat surplus sebesar 98,62 juta dolar AS pada Agustus 2026 setelah nilai ekspor melonjak 86,13 persen dan impor turun 8,53 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menurut Badan Pusat Statistik (BPS).

“Nilai ekspor Kalimantan Barat Agustus 2026 meningkat 86,13 persen dibanding Juli 2026,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Kalbar Muh Saichudin di Pontianak, Senin (12/10/2026).

Berdasarkan data BPS Kalbar, nilai ekspor pada Agustus 2026 mencapai 221,08 juta dolar AS, naik dari 118,78 juta dolar AS pada Juli. Sementara itu, nilai impor turun dari 133,88 juta dolar AS menjadi 122,46 juta dolar AS.

Kenaikan ekspor terutama ditopang golongan lemak dan minyak hewan/nabati (HS15) senilai 97,74 juta dolar AS atau 44,21 persen dari total ekspor.

Berikutnya, bahan kimia anorganik (HS28) sebesar 94,45 juta dolar AS atau 42,72 persen, serta berbagai produk kimia (HS38) senilai 9,20 juta dolar AS atau 4,16 persen.

Dari sisi negara tujuan, Malaysia menjadi pasar ekspor terbesar dengan nilai 57,82 juta dolar AS atau 26,15 persen dari total ekspor. Mesir menyusul dengan 46,53 juta dolar AS dan Belanda sebesar 37,72 juta dolar AS.

“Ketiga negara tersebut menyerap ekspor Kalbar senilai 142,07 juta dolar AS atau 64,26 persen dari total ekspor Agustus,” ujar Saichudin.

Jika dibandingkan Juli, ekspor Kalbar ke Malaysia meningkat 503,55 persen, ke Mesir naik 194,87 persen, sedangkan ekspor ke Belanda melonjak 34.190,91 persen.

Di sisi impor, mesin-mesin atau pesawat mekanik (HS84) mendominasi dengan nilai 74,76 juta dolar AS atau 67,19 persen dari total impor. Selanjutnya, benda-benda dari besi dan baja (HS73) sebesar 13,94 juta dolar AS dan bahan bakar mineral (HS27) senilai 12,54 juta dolar AS.

Dari negara asal, impor Kalbar didominasi Tiongkok sebesar 97,33 juta dolar AS atau 79,48 persen dari total impor, disusul Malaysia sebesar 24,26 juta dolar AS atau 19,81 persen. Kedua negara tersebut memasok 99,29 persen dari keseluruhan impor Kalbar pada Agustus.

Secara kumulatif, ekspor Kalbar sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 1,374 miliar dolar AS, meningkat 3,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,331 miliar dolar AS.

Sementara itu, impor mencapai 739,19 juta dolar AS, naik 108,93 persen dibandingkan Januari-Agustus 2025.

Saichudin mengatakan surplus neraca perdagangan pada Agustus meningkat 753,11 persen dibandingkan Juli yang mengalami defisit 15,10 juta dolar AS.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Kalbar selama Januari-Agustus 2026 masih mencatat surplus sebesar 634,87 juta dolar AS. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *