Anak Badak Jawa Tertangkap Kamera, Kemenhut: Bukti Habitat Terjaga Baik

Badak Jawa

JAKARTA, borneoreview.co – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan bahwa hasil pemantauan terbaru memperlihatkan keberadaan seekor induk badak jawa (Rhinoceros sondaicus) bersama anaknya.

Induk dan anak badak Jawa yang diprakirakan berusia kurang dari lima bulan itu terekam di Taman Nasional Ujung Kulon.

Melansir Antara, Kamis (5/4/2026), rekaman yang diperoleh pada Kamis (29/1/2026) pukul 22.17 WIB itu menjadi rekaman anakan badak Jawa pertama pada 2026.

“Keberadaan induk dan anakan badak Jawa yang terekam melalui camera trap menunjukkan bahwa habitat di Taman Nasional Ujung Kulon masih terjaga dengan baik,” kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko.

“Selain itu, pengamanan kawasan yang kuat dan konsisten, serta dukungan kerja sama dari berbagai pihak, menjadi faktor kunci yang memungkinkan badak jawa berkembang biak secara alami,” tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa rekaman itu sekaligus memperkuat optimisme terhadap keberlangsungan populasi badak Jawa di habitat alaminya.

Menurut hasil analisis awal tim, induk badak Jawa yang terekam diduga bernama Arum merupakan individu yang telah teridentifikasi sebelumnya dalam sistem pengawasan.

Sementara itu, anakan badak Jawa yang terekam merupakan individu baru dengan perkiraan usia kurang dari lima bulan.

Kemenhut melalui Balai Taman Nasional Ujung Kulon akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap induk dan anakan badak Jawa tersebut, serta seluruh populasi satwa terancam punah di kawasan tersebut.

Upaya itu dilakukan melalui penguatan patroli, pemantauan berbasis teknologi, pengelolaan habitat, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra konservasi, LSM, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian badak Jawa sebagai salah satu satwa paling langka di dunia dan kebanggaan Indonesia, demi memastikan kelangsungan hidupnya bagi generasi mendatang,” demikian Satyawan Pudyatmoko. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *