Bupati Sujiwo Janji Tuntaskan Jalan Poros Kubu Raya, Wagub Kalbar Tekankan Pembangunan dari Bawah

jalan poros

KUBU RAYA, borneoreview.co – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan poros, sebagai prioritas utama guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Janji tersebut disampaikan Sujiwo saat memberikan sambutan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Batu Ampar yang digelar di Desa Sungai Jawi, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Senin (26/1/2026).

Sujiwo menyebutkan, dari total panjang jalan poros di Kubu Raya yang mencapai 665 kilometer, saat ini baru sekitar 59 persen yang tertangani.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menargetkan sekitar 392 kilometer jalan poros akan dijadikan sebagai jalan poros ekonomi dan dituntaskan dalam satu periode kepemimpinannya.

“Prioritas pertama kami adalah menyelesaikan jalan poros. Jalan ini menjadi urat nadi ekonomi masyarakat. Kalau jalannya bagus, pergerakan ekonomi akan meningkat, peluang usaha tumbuh, pengangguran berkurang, dan kesejahteraan rakyat ikut naik,” kata Sujiwo.

Ia merinci, jalan poros yang menjadi fokus pembangunan meliputi ruas Tanjung Harapan–Sungai Besar–Edanas–Nipah Panjang hingga Teluk Nibung.

Menurutnya, mayoritas masyarakat Kubu Raya menginginkan pembangunan infrastruktur sebagai kebutuhan utama.

“Sebanyak 53 persen aspirasi masyarakat Kubu Raya adalah infrastruktur. Karena itu, anggaran mandatori 40 persen kami arahkan ke sektor ini. Lima tahun, jalan poros harus selesai,” tegasnya.

Meski demikian, Sujiwo memastikan pembangunan infrastruktur tidak akan mengesampingkan sektor lain, seperti pendidikan dan kesehatan. Bahkan, ia menegaskan pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas, termasuk bagi warga yang belum memiliki jaminan BPJS.

“Alasan apa pun, ketika masyarakat tidak punya BPJS, harus tetap dilayani. Saya yang bertanggung jawab untuk membayarnya. Demi Allah,” ucapnya.

Terkait anggaran, Sujiwo mengungkapkan APBD Kubu Raya sebesar Rp1,6 triliun mengalami pemangkasan hingga Rp398 miliar. Namun, ia memastikan pemangkasan tersebut tidak akan mengganggu pelayanan publik.

Saat ini, sekitar Rp270 miliar pembangunan infrastruktur tengah berjalan dengan dukungan dana APBN dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Selain infrastruktur, Sujiwo juga menyinggung pentingnya keselarasan antar unsur pemerintahan dan keamanan dalam menangani persoalan daerah, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta distribusi elpiji.

Ia menekankan perlunya sinergi antara camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepolisian.

“Majikan bupati adalah rakyat. Kami dididik untuk satu hati, antara ucapan dan tindakan harus sama. Saya tidak akan menoleransi pelaksanaan pembangunan yang tidak memenuhi standar dan mutu,” tegasnya.

Setelah membuka Musrembang, Sujiwo juga meresmikan Aula LPHD (Lembaga Pengelola Hutan Desa) di Desa Sungai Jawi.

Apresiasi Wagub

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang turut hadir dalam Musrenbang RKPD Kecamatan Batu Ampar untuk perencanaan tahun 2027, mengapresiasi proses perencanaan pembangunan yang dimulai dari tingkat bawah.

Musrenbang
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Batu Ampar yang digelar di Desa Sungai Jawi, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Senin (26/1/2026).(Foto/Borneoreview.co)

“Musrenbang kecamatan adalah proses pembangunan yang benar, karena dimulai dari bawah sesuai kebutuhan warga dan wilayahnya,” ujar Krisantus.

Ia menyoroti pentingnya penataan ruang yang selaras antara kabupaten, kota, dan provinsi. Menurutnya, berbagai persoalan tata ruang selama ini muncul karena pembangunan sering diusulkan dari atas tanpa memperhatikan kondisi lapangan.

“Kubu Raya masih memiliki alam yang relatif alami. Sungainya masih bagus dan dalam karena tidak ada aktivitas PETI. Ini harus dijaga,” katanya.

Krisantus juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk menjaga persatuan dan menolak segala bentuk intoleransi.

“Tidak ada istilah pendatang atau asli. Kelahiran adalah kodrat yang harus disyukuri. Saya paling benci intoleransi, karena itu memecah belah dan menghambat kesejahteraan,” tegasnya.

Ia menambahkan, investasi di Kalimantan Barat harus dikawal agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar mengeruk kekayaan alam.

“Investasi harus ditukar dengan kesejahteraan rakyat. Kalau ada masalah, sampaikan ke bupati dulu, baru ke saya. Semoga Musrenbang ini konstruktif, aspiratif, dan solutif,” pungkas Krisantus.

Aula LPHD
Bupati Kubu Raya, Sujiwo meresmikan Aula LPHD (Lembaga Pengelola Hutan Desa) di Desa Sungai Jawi, Senin (26/1/2026).(Borneoreview.co)

Musrenbang RKPD Kecamatan Batu Ampar tersebut turut dihadiri sejumlah kepala OPD, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, H. Wan Iwansyah, Kepala Dinas Kearsipan kubu Raya, Rudy Fitriyanto, Kepala Dinas Pendidikan Kubu Raya, Muhammad Firdaus, Kepala Bappeda Litbang Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat, Kepala Dinas Perhubungan Kubu Raya, Safriadi, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kubu Raya, Dedy Hidayat, dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sujiwo juga meresmikan Aula LPHD (Lembaga Pengelola Hutan Desa) Sungai Jawi, yang diinisiasi Lembaga SAMPAN (Sahabat Pesisir Pantai) Kalimantan.

“Mudah-mudahan aula ini bisa dimaksimalkan dalam rangka untuk multifungsi pertemuan masyarakat,” kata Sujiwo.

Pada kesempatan itu, Bupati Sujiwo menyumbang triplek dan sound system ke LPHD Sungai Jawi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *