PALANGKA RAYA, borneoreview.co – Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (Fapertahut UMPR) melaksanakan vokasi pembibitan sawit dan pemanfaatan teknologi AI serta geomatika dengan tema “Pembibitan Kelapa Sawit dengan Memanfaatkan Teknologi AI dan Geomatika untuk Perkebunan Berkelanjutan”.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan kompetensi vokasi sebagai upaya memperkuat sumber daya manusia (SDM), khususnya mahasiswa, agar lebih melek terhadap potensi strategis sektor perkebunan sawit di Kalteng,” kata Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Dr (cand) Apt Guntur Satrio PMSi di Palangka Raya, Rabu (7/1/2026).
Pada kegiatan yang dilaksanakan di Aula Utama Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Palangka Raya ini berfokus pada pelaksanaan praktik pembibitan sawit yang tepat, pengelolaan lahan berwawasan lingkungan, serta pemanfaatan teknologi mutakhir guna mendukung keberlanjutan (sustainability) usaha perkebunan.
Guntur juga menegaskan pentingnya sinergi antara keilmuan, teknologi dan kewirausahaan mahasiswa. Melalui vokasi ini, mahasiswa tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi seperti AI dan geomatika.
“Ini adalah bekal penting agar generasi muda mampu menjadi pelaku utama pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan dan berdaya saing,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Fapertahut UMPR, Dr Rita Rahmaniati MPd menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wadah implementasi nyata ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.
“Kami ingin memastikan bahwa lulusan Fapertahut UMPR tidak hanya memahami teori, tetapi juga terampil mengaplikasikan ilmu budidaya kelapa sawit dengan pendekatan teknologi presisi dan berwawasan lingkungan. Inilah komitmen kami dalam mencetak SDM unggul di bidang pertanian dan kehutanan,” tuturnya.
Melalui pelatihan pembibitan kelapa sawit dan pemanfaatan teknologi yang tengah berkembang, kegiatan ini membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk berwirausaha, khususnya di sektor agroforestry. Mahasiswa didorong agar mampu membaca peluang usaha sesuai potensi daerah dan karakteristik lingkungan, sekaligus berperan sebagai agen pengelola lingkungan dan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan keilmuan budidaya kelapa sawit sekaligus praktik pemanfaatan teknologi AI dan geomatika untuk menghasilkan pengelolaan lahan yang lebih presisi. Pelatihan menghadirkan trainer dari perusahaan sawit di Kalteng serta melibatkan APKASINDO Provinsi Kalimantan Tengah serta Direktur Vokasi Fapertahut UMPR.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat kerja sama antara Fapertahut UMPR dengan perusahaan wasit dan APKASINDO Provinsi Kalimantan Tengah sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi, riset terapan, dan pemberdayaan mahasiswa di bidang perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. (Ant)
