LAMANDAU, borneoreview.com – Tanah Pulau Kalimantan selalu menyimpan kisah sunyi. Bukan sekadar hutan basah atau sungai panjang. Di balik lapisan tanah, sejarah bumi tertulis pelan.
Desa Bintang Mengalih, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, menjadi saksi bab baru. PT Kapuas Prima Coal Tbk atau ZINC melaporkan indikasi mineralisasi emas Au dari wilayah konsesi tambang logam dasar.
Temuan tersebut tidak datang mendadak. Proses eksplorasi berjalan sistematis. Pemetaan detail dilakukan. Test pit dibuka. Trenching menyusuri lapisan tanah.
Data dikumpulkan lalu dirangkum. Laporan resmi masuk ke Bursa Efek Indonesia. Pasar mencatat. Publik membaca. Pemerintah menimbang.
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral memilih sikap tenang. Direktur Jenderal Mineral Batubara Tri Winarno tampil memberi penjelasan lugas. Negara hadir melalui kaidah ilmu kebumian.
Eksplorasi Mineral Logam
Tri Winarno menegaskan eksplorasi selalu bermula dari data geologi awal. Setiap rencana operasi tambang wajib merujuk informasi tersebut.
Seluruh proses berujung feasibility study atau FS. Dokumen ini menjadi penentu. Layak produksi atau berhenti.
Tri menyampaikan pencatatan mineral tambahan wajib dilakukan. Apabila dalam FS ditemukan mineral bernilai lain, maka seluruh temuan harus masuk laporan. Tidak boleh ada catatan tertinggal.
“Seluruh tambang beroperasi pasti mengacu data geologi awal. Dalam proses eksplorasi itu dituangkan dalam feasibility study,” ujar Tri Winarno kepada awak media di kantor Kementerian ESDM.
Pernyataan ini menjadi garis batas. Negara tidak menutup mata. Negara menuntut keterbukaan.
Emas Dalam Formasi Alam
Indikasi emas tidak berdiri sendiri. Tri Winarno menjelaskan konteks geologi pembentukan mineral.
Emas Au, perak Ag, timbal Pb, seng Zn terbentuk satu sistem. Proses alamiah jutaan tahun tidak mengenal batas izin.
“Kalau terjadi emas perak itu satu pembentukan. Dia ada emas, perak, timbal, seng,” ucap Tri Winarno.
Pernyataan tersebut menegaskan temuan ZINC bersifat wajar. Tidak anomali. Tidak ganjil. Bukan produk pabrik. Bukan hasil rekayasa. Alam bekerja perlahan. Manusia hanya membaca jejak.
“Pada saat pembentukan memang ada,” lanjut Tri menegaskan. Nada bicara itu penting. Tidak euforia. Tidak pula menutup potensi.
Laporan Korporasi Terbuka
ZINC menyampaikan laporan eksplorasi resmi ke BEI. Transparansi menjadi pilihan. Direktur ZINC, Hendra Susanto William, menyebut indikasi beberapa zona mineralisasi emas.
“Adanya indikasi beberapa zona mineralisasi Au,” ujar Hendra dalam keterangan resmi Jumat 16 Januari 2026.
Zona tersebut berada pada prospek Gojo. Area ini bagian dari izin usaha pertambangan seluas 5.569 hektare. Wilayah luas. Potensi belum terpetakan sepenuhnya.
Biaya eksplorasi tercatat Rp421 juta. Anggaran tersebut berasal dari internal perseroan. Tidak melibatkan pihak luar.
Metode eksplorasi dilakukan profesional. Detail mapping menjadi dasar. Test pit memperlihatkan lapisan. Trenching membuka struktur tanah.
Fokus Wilayah Gojo
Prospek Gojo menjadi pusat perhatian. Area ini direncanakan sebagai fokus lanjutan eksplorasi. Selain Gojo, wilayah Karim turut disisir. Namun prioritas tetap satu. Konsentrasi memudahkan analisis.
“Khusus area Gojo menjadi fokus tindak lanjut eksplorasi berikut,” jelas Hendra.
Langkah lanjutan telah disiapkan. Pemetaan detail tambahan akan dilakukan. Uji cebakan atau test pit lanjutan digelar. Relogging hasil pemboran KPC 2100 masuk agenda.
Seluruh kegiatan dirancang berbasis model endapan. Penamaan baru disiapkan. Tujuan tunggal. Memperdalam pemahaman potensi mineralisasi.
Eksplorasi tambang bukan cerita instan. Tidak ada ledakan kabar. Tidak ada sensasi. Hanya catatan tanah. Hanya pembacaan struktur batuan.
Dalam dunia pertambangan modern, kehati-hatian menjadi kunci. Setiap temuan wajib diverifikasi. Setiap angka diuji. Negara hadir melalui regulasi. Korporasi berjalan melalui prosedur.
Kapuas Prima Coal berdiri sejak 2005. Operasi komersial berjalan sejak 2010. Fokus utama galena PbS.
Produk utama konsentrat timbal Pb, seng Zn, perak Ag. Temuan emas memberi warna baru. Bukan perubahan arah mendadak. Lebih tepat disebut potensi tambahan.
Negara dan Cadangan Alam
Sikap ESDM menunjukkan pola pengelolaan sumber daya modern. Tidak reaktif. Tidak menutup peluang. Negara meminta pencatatan. Negara menunggu data.
Feasibility study menjadi dokumen hidup. Selalu berkembang mengikuti temuan. Setiap mineral bernilai ekonomi harus tercantum. Tidak ada ruang abu-abu.
Dalam konteks global, temuan emas selalu sensitif. Harga pasar fluktuatif. Dampak lingkungan tinggi. Oleh sebab itu, kehati-hatian mutlak.
Tri Winarno menempatkan temuan ZINC dalam bingkai ilmu. Bukan isu politik. Bukan sensasi pasar.
Bintang Mengalih tidak ramai. Tidak gemerlap. Namun tanahnya menyimpan cerita panjang. Dari perak, timbal, seng, kini emas memberi sinyal halus.
Tidak ada klaim berlebihan. Tidak ada janji produksi. Baru indikasi. Baru catatan eksplorasi. Namun bagi dunia geologi, ini pesan penting.
Kalimantan Tengah kembali berbicara melalui batuan. Negara mendengar. Pasar mencatat. Publik menunggu kelanjutan.
Di balik semua itu, satu hal pasti. Alam selalu jujur. Manusialah wajib membaca dengan rendah hati. Bukan jemawa busung dada.***
