Kebakaran Lahan di Ujung Pandaran, Kotawaringin Timur, Capai Enam Hektare

kebakaran lahan

SAMPIT, borneoreview.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil menanggulangi kebakaran lahan di Kecamatan Teluk Sampit.

Luas kebakaran lahan yang barada di Desa Ujung Pandaran  itu mencapai enan hektare dan terjadi sejak Rabu (14/1/2026) siang.

“Penyebab kebakaran lahan karena ada aktivitas masyarakat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Jumat (16/1/2026).

“Namun pada saat kejadian angin meniup cukup kencang sehingga api semakin menyebar dan menghasilkan asap tebal,” tambahnya.

Sebagai informasi, BPBD menerima laporan sekitar pukul 12.25 WIB, kemudian langsung mengirim tim ke lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 85 kilometer dari Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur.

Lokasi kebakaran di jalan menuju Desa Ujung Pandaran RT 4 dengan jarak sekitar 2 kilometer dari jalan provinsi yakni ruas Ujung Pandaran – Sampit.

Kencangnya tiupan angin laut membuat api dengan cepat meluas. Setelah melalui perjuangan, operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 17.00 WIB.

Namun ada kebakaran di titik lain yang tidak bisa dipadamkan, karena akses darat tidak tersedia dan terbatasnya ketersediaan air di daerah Sungai Tinggiran.

BPBD berharap pemerintah desa bisa menyiapkan peralatan pemadam kebakaran. Diimbau kepada warga masyarakat untuk berhati-hati apabila melakukan pembakaran sampah mengingat sudah memasuki musim kemarau.

“Petani perkebunan disarankan tidak menggunakan cara membakar dalam pembukaan lahan,” demikian Multazam.

Sementara itu BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan mencatat, dalam periode pemantauan 24 jam hingga 14 Januari 2026, terdapat 15 hotspot yang teridentifikasi di wilayah Kotim.

Kecamatan Mentaya Hulu menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni lima hotspot, diikuti Kecamatan Telawang dengan empat hotspot.

Selain itu, dua hotspot masing-masing terpantau di Kecamatan Tualan Hulu dan Cempaga. Sementara Kecamatan Antang Kalang, Bukit Santui, serta Telaga Antang masing-masing tercatat satu titik panas.

Mayoritas titik panas berada pada tingkat kepercayaan menengah dan terklasifikasi sebagai pixel hotspot. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *