PONTIANAK, borneoreview.co – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan memastikan akan turun langsung meninjau wilayah perbatasan yang terdampak banjir.
Seperti diketahui, banjir di perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Kabupaten Sanggau, menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak akhir pekan lalu.
“Di daerah perhuluan sekarang ada beberapa wilayah yang sedang dilanda banjir. Kalau tidak besok, lusa saya akan berangkat untuk melihat langsung situasinya,” kata Gubernur Ria Norsan di Pontianak, Selasa (12/1/2026).
Ia menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar telah mengkoordinasikan langkah penanganan bencana bersama pemerintah kabupaten dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bantuan logistik juga telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Bantuan pangan seperti beras Bulog sudah kita siapkan untuk segera dikirimkan ke daerah yang membutuhkan,” tuturnya.
Norsan menambahkan banjir di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia juga berdampak pada terputusnya akses darat lintas negara.
Untuk sementara, akses udara disiapkan sebagai alternatif distribusi logistik dan mobilitas warga.
Hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (10/1) memicu luapan sungai yang merendam permukiman dan memutus jalur transportasi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sanggau, khususnya Entikong, Sekayam, Noyan, dan Beduai.
Sebelumnya, Komandan Kodim 1204/Sanggau Letkol Kav Slamet Purwanto mengatakan Kecamatan Sekayam menjadi wilayah yang terdampak paling parah.
Hingga Minggu (11/1/2026) pukul 08.30 WIB, banjir merendam Desa Pengadang, Desa Sotok, dan Desa Balai Karangan, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai hingga dua meter.
Di Desa Pengadang, banjir menggenangi sekitar 45 hektare lahan dan berdampak pada 138 Kepala Keluarga (KK). Di Desa Sotok, sebanyak 185 KK terdampak.
Sedangkan di Desa Balai Karangan sedikitnya 471 rumah terendam sehingga aktivitas masyarakat lumpuh.
Selain permukiman, banjir juga merendam Jalan Lintas Malindo yang menghubungkan Sekayam–Entikong serta ruas Balai Karangan–Sekayam–Senaning.
Ketinggian air di jalan tersebut mencapai sekitar 115 centimeter, menyebabkan kendaraan roda empat dan roda enam tidak dapat melintas.
“Akses sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan bantuan rakit dan perahu milik warga,” kata Slamet.
Di Kecamatan Beduai, banjir melanda Dusun Beringin dan Dusun Beduai, Desa Bereng Bekawat. Sebanyak 60 KK terdampak dengan ketinggian air sekitar 50 centimeter.
Sementara Jalan Lintas Malindo Beduai–Sekayam masih tergenang 10 hingga 15 centimeter sehingga memerlukan kewaspadaan pengguna jalan.
Sementara itu, kondisi di Kecamatan Entikong dilaporkan mulai membaik. Air berangsur surut dan warga mulai membersihkan lumpur dari rumah masing-masing.
Kodim 1204/Sanggau bersama Satgas Pamtas Yon Arhanud 1/Kostrad, BPBD, Polri, dan pemerintah daerah, terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.
“Kami siaga 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air. Masyarakat diimbau segera melapor jika kondisi memburuk,” kata Slamet.(Ant)
