PONTIANAK, borneoreview.co – Partai Keadilan Keadilan (PKS) Kalimantan Barat mengadakan pendidikan politik, berupa Sosialisasi Konsepsi Dasar Partai (SKDP).
Tujuan diadakannya SKDP, untuk mengokohkan ideologi perjuangan para kader dan pengurus PKS Kalbar. Acara SKDP berlangsung di Hotel Harmony, Sabtu (7/2/2026).
“Pendidikan politik melalui kegiatan SKDP, diikuti oleh pengurus Partai dan Anggota Legislatif, baik DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota dan Kabupaten,” kata Arif Joni Prasetyo, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Kalbar.
Materi yang dibahas diantaranya, Empat Pilar Kebangsaan, AD ART Partai, Platform PKS dan Falsafah Dasar Partai.
Selain itu, sosialisasi SKDP juga untuk meningkatkan kapasitas kader, dalam memahami visi dan misi PKS.
Tujuan SKDP, mengokohkan ideologi partai, sebagaimana tercantum dalam Visi dan Misi PKS. Yaitu, mewujudkan Indonesia Madani yang Adil, Sejahtera dan Bermartabat.
“Inilah Indonesia yang dicita-citakan PKS. Bahwa, cita-cita PKS sama dengan cita-cita bangsa Indonesia,” kata Arif Joni.

Dimana Visi PKS adalah menjadi partai pelopor, dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945.
Ideologi PKS ini tercermin dalam kebijakan Partai yang telah ditetapkan oleh Musyawarah Majelis Syura (MMS) dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) PKS Tahun 2025.
Yaitu, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) PKS, Falsafah Dasar dan Paradigma Perjuangan, Platform PKS dalam Pembangunan Indonesia dan Garis Besar Kebijakan Partai (GBKP).
Pendidikan politik melalui SKDP tingkat Provinsi ini, akan dilanjutkan dan dilaksanakan di tingkat Kabupaten/Kota, hingga tingkat Ranting.
Adapun, para narasumber dari Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS. Yaitu, DR Sapto Waluyo, Memed Sosiawan dan Sri Kusnaini.
Arif Joni menegaskan, dengan sosialisasi SKDP ini, diharapkan kerja-kerja PKS bisa lebih tajam, dan langsung dirasakan oleh masyarakat, serta dapat mengedukasi konstituen.
“Agar sinergi antar semua anak bangsa untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutur Arif Joni.(ril)
