Sedikitnya 50 sekolah dari PAUD-SMP di Banjarmasin Terdampak Banjir

sekolah

BANJARMASIN, borneoreview.co – Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ryan Utama menyampaikan, sebanyak 50 sekolah dari tingkat PAUD/TK, SD dan SMP terdampak banjir.

“Untuk puluhan sekolah yang terdampak banjir ini kita beri kebijakan boleh melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ),” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).

Menurut dia, sebanyak 50 sekolah tersebut merupakan sekolah negeri, tentunya banyak lagi sekolah swasta dan tingkat SMA yang juga terdampak banjir.

“Kalau sekolah swasta kan masing-masing kebijakannya. Tingkat SMA wewenang Pemprov,” ungkapnya.

Adapun rincian sekolah yang di bawah naungan Pemkot Banjarmasin mengalami dampak banjir akibat air pasang dan air kiriman dari hulu sungai karena intensitas tinggi tersebut, yakni 5 TK/PAUD, 26 SD dan 19 SMP.

Kondisi banjir mengenangi sejumlah sekolah itu bervariasi. Mulai dari ketinggian yang sedang, genangan banjir cukup tinggi sampai sudah memasuki ruangan. Kemudian genangan banjir yang lambat surut.

Ryan mengungkapkan, sekolah yang banyak tergenang banjir ini ada di dua wilayah yakni Kecamatan Banjarmasin Timur dan Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Sementara tu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Banjarmasin yang menetapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah yang terdampak banjir.

Kebijakan tersebut dinilai tepat sebagai upaya melindungi keselamatan dan kesehatan peserta didik, mengingat sejumlah wilayah di Banjarmasin masih terendam banjir.

Menurut Neli, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko, salah satunya penyakit kulit yang rentan dialami anak-anak saat beraktivitas di lingkungan banjir.

“Keselamatan dan kenyamanan peserta didik harus menjadi prioritas. Dengan pembelajaran jarak jauh, anak-anak tidak dipaksakan berangkat ke sekolah dalam kondisi yang berisiko,” ujarnya.

Sejauh ini, kondisi sebagian daerah Kota Banjarmasin terdampak banjir rob sejak 1 Januari 2026, karena air pasang laut melebihi ambang batas, yakni sekitar 3,1 di atas permukaan laut/mdpl.

Pemerintah kota mengeluarkan waspada air pasang rob dan air kiriman dari hulu akibat intensitas hujan tinggi hingga 10 Januari 2026, yakni perkiraan air pasang mulai turun.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *