PONTIANAK, borneoreview.co – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pesantren sekaligus menjaga persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di daerah itu.
“Saya sudah berkomitmen, dalam lima tahun ini seluruh pesantren di Kalimantan Barat harus saya kunjungi. Jadwalnya nanti saya yang atur, bukan para kiai yang atur,” kata Krisantus saat menghadiri Haul Ikatan Keluarga Besar (IKBS) Bani Si’a ke-11 di kawasan Madrasah Miftahul Huda, Parit Tengah Baru, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (26/1/2026).
Menurut dia, pesantren memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalbar berupaya memberikan dukungan nyata, termasuk alokasi bantuan anggaran setiap kali melakukan kunjungan ke lembaga pendidikan keagamaan.
“Setiap saya berkunjung ke pesantren, saya selalu mengalokasikan anggaran bantuan. Pesantren membantu pemerintah mencetak generasi berilmu dan berakhlak,” tuturnya.
Ia berharap pesantren tidak hanya melahirkan ulama, tetapi juga kader pemimpin daerah di masa depan.
“Santri harus dididik menjadi calon pemimpin, ada yang jadi bupati, anggota dewan, kepala daerah, dan ada yang memang panggilannya menjadi kiai. Semua itu sama mulianya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Krisantus juga menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di Kalimantan Barat yang dikenal sebagai daerah multietnis dan multikultural.
“Allah SWT tidak menciptakan manusia untuk saling membeda-bedakan. Perbedaan suku, agama, dan budaya adalah kodrat yang harus disyukuri. Kalau disatukan, itu menjadi kekuatan,” tuturnya.
Ia mengibaratkan keberagaman seperti tenda yang berdiri karena gabungan banyak unsur. “Kalau tidak ada perbedaan yang disatukan, kita semua kepanasan,” katanya.
Pemerintah Provinsi Kalbar, lanjut dia, berkomitmen melindungi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
“Saya sebagai pemimpin Kalimantan Barat akan melindungi seluruh rakyat. Suku apa pun, agama apa pun, jangan disakiti. Dicubit pun tidak boleh,” kata dia.
Selain itu, ia mengajak masyarakat memperkuat rasa syukur dan kepedulian sosial agar terhindar dari sikap tamak dan individualistis.
Di tempat yang sama, Pembina IKBS Bani Si’a Moh. Darwis mengatakan Desa Sungai Malaya terbuka menjadi tuan rumah kegiatan haul bagi seluruh keluarga besar bani di Kalbar sebagai wujud persaudaraan dan persatuan.
“Sungai Malaya siap menjadi tuan rumah haul bani mana pun. Ini bentuk keterbukaan dan kebersamaan kami sebagai satu keluarga besar,” kata Darwis.
Ia juga berharap dukungan pemerintah terhadap Yayasan Miftahul Huda dapat terus berlanjut demi kemajuan pendidikan masyarakat setempat.
Haul IKBS Bani Si’a ke-11 berlangsung khidmat dengan rangkaian tausiyah, doa bersama, dan silaturahmi, sekaligus menjadi momentum penguatan nilai keagamaan serta persatuan masyarakat di Kalimantan Barat. (Ant)
