KOTAWARINGIN TIMUR, borneoreview.co – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memfasilitasi masyarakat mengakses 464 lowongan kerja di kebun sawit.
Akses di kebun sawit ini terkait dengan berbagai perusahaan melalui Job Fair Sampit di arena Sampit Expo 2026.
Dengan kata lain, warga Kotawaringin Timur mendapat kesempatan untuk melamar kerja di delapan perusahaan kebun sawit yang membuka lowongan.
“Bagi warga yang sedang mencari pekerjaan, silakan datang ke stan kami. Ada ratusan lowongan kerja yang disediakan,” kata Kepala Disnakertrans Kabupaten Kotawaringin Timur, Rusnah di Sampit, Kamis (8/1/2026).
Ajang Sampit Expo 2026 kembali dimanfaatkan oleh Disnakertrans Kotawaringin Timur untuk menggelar Job Fair. Apalagi berdasarkan pengalaman tahun lalu, kegiatan ini disambut antusias masyarakat.
Kegiatan ini berlangsung pada 7 Januari-14 Januari 2026.
Dalam Job Fair Sampit 2026 ini ada 464 lowongan kerja yang dibuka. Semua lowongan ada di bidang perkebunan kelapa sawit.
Ada delapan perusahaan yang membuka lowongan kerja yaitu PT Mustika Sembuluh, PT Katingan Indah Utama, PT Gading Sawit Kencana, PT Sawit Mas Parenggean, PT Hutan Sawit Lestari, PT Agro Wana Lestari, PT Uni Primacom, dan PT Swadaya Sapta Putra.
PT Hutan Sawit Lestari menjadi perusahaan yang terbanyak membuka lowongan kerja yaitu sebanyak 400 lowongan kerja.
Jenis pekerjaan yang tersedia yakni operator elektrikal, mekanik pabrik kelapa sawit, guru bahasa Inggris, guru Kimia guru Matematika, guru TK, guru SD, driver operasional, hingga operator timbangan.
Kemudian sopir kerani panen, juru masak, perawat, pemanen buah kelapa sawit, maintenance, mandor, kerani, administrasi keuangan, mandor bengkel, operator grader, driver umum, admin GIS, bunch checker (supervisi), driver tractor dan lainnya.
Menurut Rusnah, banyaknya lowongan yang dibuka menunjukkan peluang kerja di Kotawaringin Timur masih cukup banyak.
Rusnah menegaskan Disnakertrans berusaha mempromosikan dan memfasilitasi bidang Ketenagakerjaan. Namun ketika dihadapkan pada minat pencari kerja terhadap lowongan yang tersedia, maka itu sepenuhnya tergantung keputusan pencari kerja.
Seperti saat ini, ratusan lowongan yang tersedia ada di perkebunan kelapa sawit. Tidak semua pencari kerja yang mungkin tertarik dan siap bekerja mengisi lowongan-lowongan yang tersedia di kebun sawit tersebut.
“Nanti kita lihat, dari hampir 500 lowongan yang tersedia ini, berapa banyak yang terisi. Misalnya cuma beberapa persen, berarti memang minat masyarakat yang kurang,” ujar Rusnah.
Ia menyebutkan pencari kerja di daerah ini terbanyak dengan latar belakang pendidikan SMP dan SMA sederajat.
Ia mengimbau masyarakat bisa menangkap peluang kerja yang tersedia agar bisa meningkatkan kesejahteraan hidup.(Ant)
