GORONTALO, borneoreview.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menekankan kepatuhan pada Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di wilayah pertambangan di daerah itu.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Gorontalo, Minggu, (15/2/2026), mengatakan aspek lingkungan tidak boleh diabaikan dalam proses produksi pertambangan.
Gubernur bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menyaksikan perdana penuangan emas (first gold pour) di Tambang Emas Pani atau Pani Gold Mine (PGM) di Kabupaten Pohuwato.
Momentum bersejarah ini disaksikan langsung oleh keduanya, bersama jajaran pemerintah daerah dan manajemen perusahaan.
Penuangan emas perdana tersebut menandai dimulainya tahap produksi aset strategis yang dikelola oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk.
Usai menyaksikan langsung proses produksi di ruang pengolahan, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan bahwa produksi perdana ini menjadi tonggak penting bagi perekonomian Gorontalo.
Dari sekitar 150 ribu ton material pasir yang diolah, perusahaan menghasilkan kurang lebih 14,73 kilogram emas pada tahap awal produksi.
Menurut dia, kehadiran Pani Gold Mine diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat kapasitas fiskal daerah, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Pohuwato.
“Ini menjadi momentum yang baik bagi daerah. Kita berharap investasi ini benar-benar memberi dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” kata Wakil Gubernur.
Ia menegaskan bahwa aspek lingkungan tidak boleh diabaikan dalam proses produksi.
“Seperti tadi yang dikatakan Pak Gubernur, kami menekankan agar perusahaan tetap patuh terhadap ketentuan AMDAL. Pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Jangan sampai aktivitas pertambangan memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” katanya.
Pemerintah Provinsi Gorontalo terus melakukan pengawasan agar operasional pertambangan berjalan sesuai regulasi, transparan dan bertanggung jawab.
Penuangan emas perdana ini juga menjadi capaian penting setelah Merdeka Gold Resources menyelesaikan seluruh tahapan pengembangan proyek sejak akuisisi aset pada tahun 2020, sekaligus menandai babak baru industri pertambangan emas di Provinsi Gorontalo.
Diketahui produksi emas perdana PGM melalui tahapan heap leaching yang menargetkan target produksi sebesar 113.000 ounces emas.
Angka ini akan terus meningkat hingga ke tahap beroperasinya carbon in Leach (CIL) yang diproyeksikan menghasilkan target produksi emas sebesar 500.000 ounces. (Ant)
