Beredar WA Palsu Catut Nama dr. Tifa, Publik Diminta Waspada

WA Palsu

JAKARTA, boneoreview.co – Atas seizin dr. Tifa dan tim kuasa hukumnya, disampaikan klarifikasi resmi terkait beredarnya pesan WhatsApp yang mengatasnamakan dr. Tifa, serta berbagai narasi yang berkembang di ruang publik.

Beredarnya pesan WhatsApp yang mengatasnamakan dr. Tifa diduga merupakan bagian dari penyebaran informasi yang tidak benar (hoaks). Pola yang teridentifikasi menunjukkan adanya pembuatan pesan palsu yang kemudian disebarkan dan diarahkan seolah-olah sebagai informasi yang perlu dikonfirmasi, padahal berasal dari sumber yang sama.

Nomor WhatsApp yang beredar (+6281246030140) ditegaskan bukan milik dr. Tifa. Berdasarkan penelusuran awal, nomor tersebut merupakan nomor prabayar yang baru diaktifkan dan tidak memiliki keterkaitan komunikasi dengan dr. Tifa, kuasa hukum, maupun lingkungan terdekatnya. Penelusuran teknis lebih lanjut, termasuk melalui data komunikasi atau Call Data Record (CDR), dapat dilakukan oleh pihak berwenang untuk memastikan asal-usul penyebaran.

Pakar telematika, Roy Suryo, menjelaskan bahwa pola semacam ini kerap digunakan dalam penyebaran disinformasi digital. “Biasanya pesan dibuat seolah berasal dari tokoh tertentu, kemudian disebarkan melalui nomor baru yang sulit dilacak secara kasat mata. Namun secara teknis, jejak digital tetap dapat ditelusuri oleh pihak berwenang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan teknologi digital saat ini memungkinkan manipulasi identitas secara lebih canggih. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan literasi digital dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Sangat disayangkan adanya pihak-pihak yang langsung menyebarkan dan memperluas informasi tersebut tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Tindakan ini berpotensi menimbulkan disinformasi serta merugikan pihak-pihak terkait.

Pola penyebaran informasi yang tidak terverifikasi ini juga diduga pernah terjadi pada isu lain sebelumnya, di mana narasi yang beredar tidak didukung fakta yang jelas dan mencatut berbagai pihak tanpa dasar yang valid.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap kemungkinan penggunaan teknologi manipulasi digital, termasuk kecerdasan buatan seperti deepfake, yang dapat digunakan untuk membuat konten visual atau audio menyerupai tokoh tertentu secara tidak sah.

Kami menegaskan bahwa informasi yang berasal dari nomor tersebut adalah tidak benar dan bukan representasi dari dr. Tifa. Masyarakat diharapkan untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi, serta bersama-sama menjaga ruang publik dari penyebaran hoaks.

Demikian pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *