Pemkab Natuna Padamkan Karhutla dengan Metode Bom Air

Metode Bom Air

NATUNA, borneoreview.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan metode bom air (water bombing) menggunakan helikopter, guna mempercepat penanganan titik api yang sulit dijangkau dari darat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Raja Darmika dikonfirmasi dari Tanjungpinang, Rabu, (1/4/2026), mengatakan operasi pemadaman melalui udara dilakukan karena kondisi medan yang menyulitkan akses kendaraan pemadam.

“Pemadaman saat ini masih berlangsung dan difokuskan pada satu lokasi yakni di Kecamatan Bunguran Batubi,” ucap Raja Darmika.

Ia menjelaskan penentuan lokasi tersebut berdasarkan hasil patroli udara yang dilakukan pada Rabu pagi, yang menunjukkan ada titik api di wilayah tersebut dan perlu segera ditangani. Menurut dia, hingga saat ini tidak terdapat kendala berarti dalam proses pemadaman.

“Sumber air untuk operasi bom air diambil dari Embung Sabayar yang berada di Kecamatan Bunguran Timur,” ujar dia.

Helikopter yang digunakan merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah Pemkab Natuna mengajukan permohonan dukungan kepada pemerintah pusat untuk penanganan karhutla.

Bantuan tersebut diberikan mengingat keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki daerah, sementara luas lahan yang terdampak karhutla diperkirakan mencapai sekitar 400 hektare dan berada di area yang sulit dijangkau. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat proses pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran.

“Helikopter tersebut dioperasikan oleh tenaga profesional dari pihak perusahaan yang telah berpengalaman dalam penanganan kebakaran melalui udara,” ujar dia.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *