Dinas ESDM Kaltim Genjot Biogas Sebagai Alternatif Energi Kampung

Biogas

SAMARINDA, borneoreview.co – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur terus menggenjot pemanfaatan biogas sebagai solusi alternatif energi mandiri bagi masyarakat kampung.

“Fasilitas biogas yang telah diberikan di sejumlah desa harus dimanfaatkan maksimal dan dikelola berkelanjutan agar memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian energi desa,” kata Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto di Samarinda, Jumat (10/4/2026).

Menurut Bambang, pemanfaatan energi terbarukan ini memegang peran penting di tingkat daerah guna mengantisipasi ancaman kelangkaan energi global akibat eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Dinas ESDM Kaltim telah memfasilitasi pembangunan 575 unit biogas memanfaatkan limbah ternak sapi. Pengembangan biogas ini telah berlangsung sejak tahun 2012.

Salah satu percontohan penerapan teknologi ini berada di Desa Beringin Agung, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang pengelolaannya dijalankan langsung oleh Kelompok Tani Agro Lestari.

Instalasi pengolahan limbah ternak di desa tersebut memiliki kapasitas yang cukup besar mencapai 17 meter kubik dan mampu menampung hingga 20 gerobak kotoran sapi.

Kotoran sapi tersebut kemudian diolah secara intensif melalui reaktor khusus untuk menghasilkan pasokan energi gas murni, pupuk organik cair, serta pupuk kandang padat.

“Masyarakat setempat kini menggunakan hasil olahan gas itu untuk mendukung kebutuhan rumah tangga harian seperti menyalakan kompor, alat penanak nasi, hingga penerangan lampu,” kata Bambang.

Distribusi energi mandiri ini, ujarnya, menjadi lebih luas dan praktis karena dapat disalurkan secara aman kepada rumah-rumah warga sekitar menggunakan kantong penyimpan biogas.

Program pemberdayaan ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas ESDM dalam mempercepat transisi menuju bauran penggunaan energi baru terbarukan pada tahun 2025.

Ketua Kelompok Tani Agro Lestari Zazuli bersyukur atas dukungan pemerintah yang membantu warga memenuhi kebutuhan bahan bakar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah.

“Melalui teknologi biogas ini, kami tidak hanya mendapatkan akses energi alternatif, tetapi juga manfaat tambahan berupa pupuk untuk menyuburkan lahan pertanian,” ujar Zazuli.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *