PONTIANAK, borneoreview.co – Perum LKBN ANTARA mengadakan pelatihan jurnalistik standar Kantor Berita kepada 41 mahasiswa yang ada di Kalimantan Barat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan di Universitas Tanjungpura Pontianak, Selasa, (14/4/2026).
“Kegiatan yang kami gelar ini bertujuan meningkatkan literasi informasi, keterampilan jurnalistik, serta pemahaman etika pers di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Program ini kami rancang untuk memberikan pengetahuan praktis di bidang jurnalistik sekaligus mencetak jurnalis yang cerdas dan patuh terhadap kode etik,” kata Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Kalimantan Barat, Helti Marini Sipayung, di Pontianak.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut menyasar pers mahasiswa (persma) serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Politeknik Negeri Sambas, Fisipol Untan, FKIP Untan, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas BSI, Universitas PGRI Pontianak, dan beberapa fakultas lainnya yang ada di Untan Pontianak.
Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, wawancara, riset, penggunaan teknologi pendukung, etika jurnalistik, hingga pembuatan infografis. Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan produksi konten digital dan video jurnalistik sesuai standar Kantor Berita.
Helti menuturkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen LKBN ANTARA sebagai badan usaha milik negara (BUMN) dalam meningkatkan kualitas literasi informasi di tingkat mahasiswa.
Ia mengapresiasi para peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan, seraya berharap ilmu yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Waktu itu sangat berharga dan tidak bisa diulang. Kami berterima kasih teman-teman sudah hadir. Mudah-mudahan pelatihan setengah hari ini memberikan manfaat yang bisa diambil,” katanya.
Helti mengungkapkan, pelatihan jurnalistik ini bukan kali pertama digelar. Karena pada 2024, ANTARA juga telah melaksanakan kegiatan serupa sebagai bagian dari Program TJSL.
Kemudian tahun ini, kegiatan diperluas dengan tambahan program penghijauan yang dilaksanakan di Desa Mega Timur, Kabupaten Kubu Raya.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya regenerasi jurnalis. ANTARA, kata dia, secara rutin membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal dunia jurnalistik secara langsung.
“Kami berharap dari pelatihan ini lahir kader-kader jurnalis muda yang nantinya bisa berkontribusi, bahkan bergabung bersama ANTARA,” katanya.
Dalam kesempatan itu, peserta juga mendapatkan materi langsung dari jurnalis redaksi pusa, Alfian, yang memberikan pembekalan terkait praktik jurnalistik profesional.
Helti turut memperkenalkan ANTARA sebagai Kantor Berita Nasional yang berdiri sejak 1937 dan memiliki jaringan di seluruh provinsi di Indonesia. Sebagai penyedia berita (news provider), ANTARA menyuplai informasi bagi berbagai media nasional maupun internasional, selain juga mengembangkan platform publik seperti portal berita, layanan foto jurnalistik, dan konten televisi.
Menurutnya, melalui pelatihan ini peserta dapat memahami berbagai bidang dalam jurnalistik, mulai dari penulisan berita, fotografi jurnalistik, hingga produksi video.
“Menjadi jurnalis itu menarik, tetapi juga membutuhkan proses dan kedisiplinan. Kami berharap pelatihan ini bisa membuka wawasan sekaligus memotivasi teman-teman untuk terjun ke dunia jurnalistik,” katanya.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghasilkan konten informasi yang berkualitas, serta mendukung ekosistem pers yang profesional dan berintegritas di Kalimantan Barat.***
