BANDA ACEH, borneoreview.co – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mengatakan tiga Kontraktor Kontrak Kerja sama (KKKS) di Aceh segera melakukan pengeboran empat sumur migas baru.
Melansir Antara, Kamis (16/4/2026), keempat sumur migas itu berada di kawasan timur utara dalam rangka meningkatkan produksi masing-masing perusahaan.
“Kita memang minta KKKS untuk mencari sumur-sumur migas baru, dan mulai dilakukan tahun ini (2026),” kata Kepala BPMA Nasri Djalal di Banda Aceh, kemarin.
Adapun KKKS yang bakal melakukan pengeboran sumur baru tersebut yakni PT Medco E&P Malaka satu sumur pengembangan di wilayah Alur Siwah 15 Aceh Timur.
Kemudian ada Pema Global Energi (PGE) dengan dua sumur eksplorasi di Aceh Utara, serta Triangle Pase Inc (TPI) Blok Pase dengan satu sumur eksplorasi di wilayah Aceh Timur.
Menurut dia, pengeboran itu nantinya berbeda-beda. Medco E&P Malaka melakukan pengeboran sumur kondensat, PGE melakukan pengeboran sumur kondensat dan gas, sedangkan TPI juga kondensat.
Untuk perencanaan pengeboran sumur migas baru tersebut, PGE dan TPI pada akhir 2026. Sedangkan Medco E&P Malaka diawal 2027, tetapi persiapannya sudah dimulai tahun 2026.
“Medco kondensat, PGE kondensat dan gas dan TPI kondensat. Pengeboran akhir tahun ini untuk PGE dan TPI. Kalau Medco awal 2027, tapi proses persiapan sudah dimulai,” ujar dia.
Nasri menegaskan, BPMA terus mendorong pengembangan sumur-sumur baru, langkah ini perlu dilakukan mengingat lapangan dan cadangan migas Aceh juga terbatas.
Ia menekankan, pengeboran sumur migas baru harus dilaksanakan karena cadangan di sumur lama mulai berkurang. Maka sudah seharusnya seperti Medco perlu melakukan pengembangan.
“Lalu, di PGE cadangan sumur lama juga sudah hampir habis. Kemudian TPI hanya gas saja, maka sekarang kita minta bor kondensat juga,” katanya.
Ia menegaskan, semua upaya tersebut juga telah dicantumkan work program and budget (WP&B) atau rencana kerja dan anggaran 2026 BPMA. Di mana, mereka mendorong KKKS meningkatkan produksinya, baik dengan penggunaan teknologi maupun pembukaan sumur baru.
“Intinya, BPMA terus mendorong penambahan produksi, bagaimana cara ada peningkatan, selain memakai teknologi, atau dengan pengeboran cadangan baru, dan ini sudah kita masukkan dalam WP&B 2026,” ujar Nasri Djalal.***
