Ada Bangkai Harimau di Anak Sungai dan Dua Gajah Mati di Hutan Produksi, BKSDA Tunggu Hasil Nekropsi

harimau

MUKOMUKO, borneoreview.co – Bangkai seekor harimau Sumatra ditemukan di aliran anak sungai di Bengkulu. Sementara, dua ekor gajah ditemukan mati di hutan produksi.

Melansir Antara, Sabtu (2/5/2026), bangkai harimau itu berada di SP 4 Desa Bukit Makmur Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko, sedangkan dua ekor gajah mati ditemukan di hutan produksi (HP) Air Teramang Kabupaten Mukomuko.

Terkait itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung menurunkan tim khusus dan dokter hewan guna melakukan nekropsi terhadap harimau Sumatera dan gajah Sumatera yang ditemukan tersebut.

“Tim berangkat dari Bengkulu sore ini ke Mukomuko dan besok lakukan nekropsi harimau,” kata Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu Lampung Said Jauhari saat dikonfirmasi di Kota Bengkulu, kemarin.

Untuk tim yang diturunkan dari Kota Bengkulu sebanyak lima orang, dan personel lainnya berasal dari Resor Mukomuko serta dokter hewan yang berada di Puskesmas Ipuh Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Ia menyebut bahwa saat ini tim BKSDA sedang mengumpulkan data terkait penemuan harimau dalam kondisi mati tersebut, mulai dari lokasi pasti, kondisi bangkai, hingga penyebab kematian.

Hingga saat ini, tim masih melakukan pengecekan dengan melibatkan tim lapangan guna memastikan penyebab kematian harimau sumatera tersebut.

Sementara itu, mereka juga telah menurunkan sejumlah personel ke lokasi penemuan gajah mati di kawasan hutan produksi (HP) Air Teramang Kabupaten Mukomuko untuk dilakukan identifikasi dan nekrosis.

Untuk tim yang diturunkan dari BKSDA sebanyak delapan orang, termasuk anggota kepolisian, TNI, pos Gakkum Kehutanan Bengkulu dan Balai besar TNKS resor Mukomuko.

BKSDA Bengkulu juga melibatkan dokter hewan guna melakukan identifikasi serta nekropsi guna memastikan penyebab kematian dua ekor gajah Sumatera yang terdiri dari induk dan anaknya tersebut.

Said menerangkan bahwa saat ini tim tengah melakukan identifikasi terkait jenis kelamin, usia induk dan anaknya namun diperkirakan belum berusia satu tahun.

“Terkait penyebab kematian, kita juga masih menunggu setelah dilakukannya nekropsi. Termasuk untuk memastikan sudah berapa lama kedua ekor Gajah tersebut mati,” ujar dia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *