Kaltim Targetkan Rehabilitasi 1000 RTLH Tahun 2026

perbaikan rumah

BALIKPAPAN, borneoreview.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan rehabilitasi seribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota melalui program Jaring Pengaman Sosial dan Politik (Jospol) pada tahun 2026.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Balikpapan, Rabu, (6/5/2026), menegaskan program bantuan perbaikan rumah untuk warga miskin tahun ini telah ditingkatkan dua kali lipat, demi merespons kebutuhan mendesak di masyarakat.

“Target awal adalah 500 unit. Namun, melihat realita kebutuhan di lapangan, kami tambah 500 unit lagi. Jadi, total tahun ini kita akan merehabilitasi 1.000 rumah warga agar benar-benar menjadi hunian yang layak,” tegas Rudy.

Bagi Rudy, Jospol bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Ia menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam meningkatkan martabat dan kualitas hidup rakyat.

“Pemerintah tidak boleh hanya hadir secara seremonial. Kita harus benar-benar ‘mengetuk pintu’ rumah rakyat. Tujuannya jelas: agar masyarakat Kaltim hidup lebih sehat, lebih layak, dan lebih bahagia di rumah mereka sendiri,” ungkapnya.

Terkait pendanaan, Pemprov Kaltim mengalokasikan bantuan sebesar Rp25 juta per unit. Angka ini sengaja dipatok lebih tinggi dari standar kementerian (Rp20 juta) guna menyesuaikan dengan indeks harga material dan tantangan geografis unik di Bumi Etam.

Tak berhenti di rehabilitasi, Program Jospol juga bersinergi dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam penyediaan 3 juta rumah. Pemprov Kaltim telah meluncurkan program Gratis DP (Uang Muka) untuk 2.000 unit rumah baru bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kami berikan bantuan Rp10 juta per penerima manfaat untuk membebaskan biaya administrasi dan uang muka. Ini langkah konkret agar warga rentan bisa memiliki aset hunian pribadi tanpa terbebani biaya awal yang besar,” jelas Rudy.

Rudy juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Pasalnya, dukungan pusat untuk Kaltim melonjak drastis tahun ini.Jika tahun lalu Kaltim hanya mendapatkan kuota rehabilitasi sebanyak 655 unit, pada tahun 2026 ini jumlahnya meningkat tajam menjadi 3.000 unit.

“Terima kasih Bapak Presiden atas perhatian besarnya bagi Kaltim. Sinergi antara pusat melalui kementerian dan daerah melalui Program Jospol akan mempercepat transformasi kesejahteraan di seluruh pelosok Kalimantan Timur,” tegas Rudy.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *