MEDAN, borneoreview.co – Pemadaman listrik massal yang melanda wilayah Sumatera Utara sejak Jumat malam (22/5/2026) masih menyisakan dampak hingga Sabtu siang. Setelah lebih dari 19 jam blackout berlangsung, sejumlah kawasan di Kota Medan dilaporkan masih gelap gulita.
Gangguan listrik yang terjadi di sistem transmisi Sumatera itu membuat aktivitas masyarakat lumpuh. Warga kesulitan mengakses air bersih, mengisi daya telepon genggam, hingga menjalankan usaha sehari-hari.
Di berbagai sudut Kota Medan, warga mulai mencari cara bertahan. Sebagian memilih pergi ke rumah kerabat yang listriknya sudah menyala, sementara lainnya memadati kafe, rumah makan, hingga kantor hanya untuk mengisi baterai ponsel dan lampu darurat.
Andri, warga Medan Denai, mengaku membawa keluarganya ke kantor demi mendapatkan akses listrik sementara. Hal serupa dilakukan Hendri, warga Medan Tembung, yang terpaksa berkeliling mencari tempat dengan aliran listrik normal untuk mengisi daya perangkat elektroniknya.
Tak hanya listrik, pasokan air bersih juga ikut terganggu di sejumlah wilayah. Pemadaman membuat pompa air warga tidak berfungsi sehingga kebutuhan dasar rumah tangga menjadi terhambat.
Donni, warga Medan Perjuangan, mengaku kesulitan mendapatkan air sejak malam sebelumnya. Bahkan, ia memilih mandi di masjid karena tidak ada lagi cadangan air di rumahnya. Kondisi serupa dialami banyak warga lain yang harus mencari sumber air alternatif di tengah suhu panas Kota Medan.
Situasi blackout juga berdampak pada layanan publik dan transportasi. Operasional bus listrik di Medan sempat dihentikan sementara akibat belum stabilnya pasokan energi. Namun, aktivitas di Bandara Internasional Kualanamu tetap berjalan normal berkat dukungan genset cadangan yang disiagakan pihak bandara.
PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas gangguan tersebut. Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara, Darma Saputra, menjelaskan blackout dipicu gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem yang memengaruhi sistem kelistrikan Sumatera.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan hingga Sabtu pagi lebih dari 8,3 juta pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik dari total 13,1 juta pelanggan terdampak di Sumatera. PLN juga menyebut ratusan penyulang dan gardu induk sudah kembali beroperasi, meski proses pemulihan masih berlangsung bertahap di sejumlah daerah.***
