PONTIANAK, borneoreview.co – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat harus memperkuat kemandirian ekonomi daerah dengan mengoptimalkan potensi unggulan lokal di tengah tantangan fiskal dan penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Di tengah kondisi fiskal saat ini, termasuk adanya penurunan dana transfer ke daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat harus terus berinovasi. Kita tidak bisa hanya bergantung pada dana pusat, tetapi harus mampu menggali potensi daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” kata Harisson di Pontianak, Selasa (27/5/2026).
Dia menjelaskan, saat menghadiri Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan di Balai Kartini, Jakarta, Senin kemarin, dibahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan akses pembiayaan, pengembangan UMKM, hilirisasi komoditas unggulan, ekonomi digital, ekonomi hijau, hingga penguatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Harisson mengatakan, Kalimantan Barat memiliki banyak potensi strategis yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah, seperti sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, hingga UMKM berbasis produk lokal.
“Pemerintah daerah harus memastikan seluruh potensi itu dikelola secara maksimal agar mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menurut dia, pembangunan ekonomi daerah tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program yang efektif dan tepat sasaran.
“Kalau produktivitas masyarakat meningkat, maka kesejahteraan masyarakat juga akan ikut meningkat. Karena itu penggunaan anggaran harus benar-benar memberikan dampak nyata,” tuturnya.
Ia menilai, penguatan kolaborasi pembiayaan menjadi langkah penting untuk mempercepat pengembangan potensi daerah. Karena itu, pemerintah daerah perlu membangun sinergi dengan OJK, Bank Kalbar, serta perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Produk-produk unggulan daerah harus terus didorong agar memiliki daya saing dan mampu berkembang lebih besar melalui dukungan pembiayaan yang kuat,” kata Harisson.(Ant)
