PONTIANAK, borneoreview.co – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat Muh Saichudin mengatakan tingkat hunian hotel berbintang di Kalimantan Barat menunjukkan pertumbuhan positif secara tahunan meski mengalami koreksi dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kondisi tersebut mencerminkan sektor perhotelan di Kalbar masih mampu bertahan di tengah penurunan jumlah perjalanan wisatawan nusantara maupun kunjungan wisatawan mancanegara,” kata Saichudin di Pontianak, belum lama ini.
Dia menjelaskan, BPS Kalimantan Barat mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada April 2026 mencapai 53,76 persen. Angka itu turun 2,02 poin dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 55,78 persen, namun meningkat 9,22 poin dibandingkan April 2025 yang tercatat 44,54 persen.
“Peningkatan secara tahunan menjadi indikator bahwa sektor akomodasi di Kalbar masih tumbuh positif,” tuturnya.
TPK hotel bintang di Kalimantan Barat pada April 2026 mencapai 53,76 persen. Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, secara tahunan masih menunjukkan peningkatan yang cukup baik.
Menurut dia, hotel bintang dua menjadi kelompok hotel dengan tingkat hunian tertinggi pada April 2026, yakni mencapai 55,50 persen. Capaian tersebut memang turun 2,04 poin dibandingkan Maret 2026, tetapi melonjak 23,06 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada hotel nonbintang. BPS mencatat TPK hotel nonbintang hanya sebesar 27,54 persen atau turun 1,97 poin dibandingkan Maret 2026 dan turun 0,72 poin dibandingkan April 2025.
Di tengah fluktuasi tingkat hunian, rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang justru mengalami peningkatan. Pada April 2026, rata-rata lama menginap tamu mencapai 1,50 malam atau naik 0,09 malam dibandingkan Maret 2026 serta meningkat 0,13 malam dibandingkan April tahun lalu.
Adapun rata-rata lama menginap tamu di hotel nonbintang tercatat sebesar 1,09 malam atau sedikit turun 0,01 malam dibandingkan bulan sebelumnya.
Di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalimantan Barat pada April 2026 mencapai 7.760 kunjungan. Jumlah tersebut turun cukup tajam sebesar 43,60 persen dibandingkan Maret 2026, namun masih tumbuh 24,86 persen dibandingkan April 2025.
Selain itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menuju Kalimantan Barat tercatat sebanyak 1,18 juta perjalanan. Angka tersebut turun 24,87 persen dibandingkan Maret 2026 dan menurun 20,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kondisi ini menunjukkan sektor perhotelan berbintang di Kalbar masih mampu menjaga tingkat okupansi di tengah perlambatan mobilitas wisatawan, terutama dengan meningkatnya lama tinggal tamu yang dinilai menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata dan ekonomi daerah,” katanya.(Ant)
