PONTIANAK, borneoreview.co – Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito melepas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia yang bertugas menjaga keamanan perbatasan serta mencegah masuknya barang ilegal melalui wilayah perbatasan.
Novi mengatakan Satgas Pamtas yang mengakhiri masa penugasan berasal dari Yonarhanud 1/Purwa Bajra Cakti Kostrad dan Yonkav 3/Andaka Cakti setelah bertugas selama kurang lebih 12 bulan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Satgas Pamtas yang resmi mengakhiri masa tugas tersebut berasal dari Yonarhanud 1/Purwa Bajra Cakti Kostrad dan Yonkav 3/Andaka Cakti. Kedua satuan ini telah melaksanakan tugas pengamanan perbatasan selama kurang lebih 12 bulan di wilayah rawan lintas negara Indonesia-Malaysia,” kata Novi saat memimpin upacara pelepasan Satgas Pamtas RI-Malaysia di Lapangan Tidayu, Makodam XII/Tanjungpura, Kubu Raya, Senin (6/7/2026).
Ia mengatakan tugas pengamanan selanjutnya akan dilaksanakan Yonarmed 13/Nanggala dan Yonarmed 19/Bogani sebagai bagian dari rotasi rutin satuan TNI dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan perbatasan.
Menurut Novi, pengamanan wilayah perbatasan merupakan bagian strategis dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus mencegah berbagai bentuk kejahatan lintas negara.
Ia menambahkan operasi pengamanan perbatasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan TNI serta kementerian dan lembaga terkait untuk menekan peredaran narkotika, penyelundupan satwa dilindungi, minuman beralkohol ilegal, dan berbagai aktivitas ilegal lainnya.
Novi mengatakan kawasan perbatasan memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga memerlukan pengawasan ketat, sinergi lintas sektor, serta kehadiran aparat secara berkesinambungan guna menjaga stabilitas keamanan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas Pamtas yang telah menyelesaikan penugasan dengan baik serta berharap pengalaman tersebut menjadi bekal dalam penugasan berikutnya.
“Dengan berakhirnya masa tugas Satgas Pamtas lama dan dimulainya penugasan satuan baru, diharapkan pengamanan wilayah perbatasan RI–Malaysia di Kalimantan Barat semakin optimal dalam menjaga kedaulatan negara dan menekan berbagai bentuk aktivitas ilegal di kawasan perbatasan,” katanya.(Ant)
