Miliarder Epic Games Tebus Ratusan Ribu Hektare Hutan untuk Konservasi

Epic Games miliki hutan konservasi.

NORTH CAROLINA, borneoreview.co – Pendiri perusahaan raksasa Epic Games, Tim Sweeney, menggunakan kekayaannya untuk membeli kawasan hutan konservasi. Melindungi ekosistem hutan yang luas secara permanen dari pembangunan.

Di Amerika Serikat pihak swasta menguasai sekitar 60 persen lahan hutan. Menjadikan upaya konservasi hutan oleh perorangan semakin krusial bagi pelestarian ekosistem yang terancam punah.

Tim Sweeney menghabiskan waktu hampir dua dekade untuk menjalankan misi konservasi berskala besar. Sejak tahun 2008, Sweeney mengakuisisi lebih dari 50.000 ekar -setara 123.500 hektare- hutan, pegunungan, dan habitat penting di seluruh wilayah North Carolina dan Virginia.

Upayanya fokus pada konektivitas ekologis. Menjaga koridor lingkungan hewan liar bisa saling terhubung dan tidak terisolasi.

Melalui perusahaan induk swasta, Tim Sweeney secara strategis mengincar lahan yang rentan terhadap pembangunan real estat atau proyek eksploitasi lain.

Tim Sweeney kemudian membeli hutan-hutan tersebut secara permanen melalui perjanjian konservasi (conservation easements). Ada juga yang melalui hibah langsung kepada lembaga pelestarian lahan (land trust).

Tim Sweeney mengelola kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi, seperti di Box Creek Wilderness seluas 7.000 ekar. Dia membeli kawasan hutan di kaki pegunungan Blue Ridge itu seharga U$ 15 juta.

Lahan setara 17.290 hektare itu menjadi rumah bagi lebih dari 130 spesies langka dan terancam punah. Salah satu perusahaan energi sempat akan membangun jaringan listrik di kawasan hutan tersebut.

Pada tahun 2021, strategi konservasinya mencapai tonggak sejarah penting saat ia melakukan donasi lahan terbesar dalam sejarah North Carolina. Sweeney menghibahkan lahan seluas 18.525 hektare di kawasan Roan Highlands kepada Southern Appalachian Highlands Conservancy.

Kenaikan harga tanah belakangan ini menyebabkan Sweeney mengalihkan fokusnya pada upaya menjamin perlindungan permanen pada lahan konservasinya. Misi lingkungannya memastikan sebagian kawasan alam liar paling asri di Pantai Timur Amerika Serikat tetap terjaga kelestariannya.

Dedikasi Sweeney menjaga kelestarian alam bermula dari pengalaman masa kecilnya di Virginia Barat Daya. Saat itu, neneknya memiliki lahan pertanian yang terpaksa dijual kepada perusahaan penebangan kayu.

Pengalaman pahit masa kecil itu memotivasi Sweeney untuk melindungi alam di kemudian hari. Dia menyisihkan sebagian kekayaan dari perusahaan Epic Games untuk membeli lahan hutan konservasi.

Menurut pembaruan real time Forbes September 2026, kekayaan bersih Tim Sweeney, pendiri dan CEO Epic Games, sekitar US$4,2 miliar atau setara Rp64 triliun.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *