BKSDA Bengkulu Pakai Drone Thermal Pantau Pergerakan Gajah Liar

Gajah liar Sumatera

BENGKULU, borneoreview.co – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu menggunakan drone thermal untuk memantau pergerakan kelompok gajah liar. Mencegah konflik masyarakat dengan gajah.

Penggunaan alat pemindaian suhu untuk mengawasi migrasi hewan liar baru pertama kali di kawasan Bentang Alam Seblat (BAS), Bengkulu. Inovasi ini merupakan bentuk penguatan upaya konservasi oleh Kementerian Kehutanan dalam melindungi gajah sumatera di habitatnya.

Kepala BKSDA Bengkulu, Agung Nugroho mengatakan hasil monitoring drone thermal berhasil memantau satu kelompok gajah liar. Terdiri dari 4 ekor anakan dan 13 ekor gajah remaja dan dewasa.

Keberadaan anakan gajah dalam kelompok ini menunjukkan bahwa proses reproduksi dan regenerasi populasi masih berlangsung di habitat alami kawasan Bentang Alam Seblat.

“Dari hasil pemantauan ini, kita dapat mengetahui secara langsung keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya tanpa memberikan gangguan yang signifikan terhadap satwa,” kata Agung.

Monitoring ini menjadi sangat penting, terutama setelah kematian dua ekor gajah liar beberapa waktu lalu. Kasus kematian gajah juga pernah terjadi di kawasan Bentang Alam Seblat pada tahun-tahun sebelumnya.

Peristiwa tersebut mengigatkan bahwa gajah Sumatera masih menghadapi ancaman serius. Baik akibat konflik manusia dan satwa liar, degradasi habitat, maupun ancaman lainnya.

“Data yang kami peroleh menjadi dasar dalam penyusunan langkah perlindungan dan pengelolaan habitat yang lebih tepat sasaran.”

Menurut Agung, kelompok gajah liar yang berhasil terpantau drone thermal adalah salah satu dari beberapa kelompok gajah liar yang hidup di kawasan Bentang Alam Seblat.

BKSDA Bengkulu akan terus memonitor dan melakukan pengamanan habitat untuk memastikan seluruh kelompok gajah di Bentang Alam Seblat tetap terpantau dan terlindungi.

“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga habitat gajah Sumatera dan mendukung upaya konservasi. Keberadaan gajah Sumatera merupakan bagian penting dari ekosistem hutan yang harus kita jaga,” pungkas Agung.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *