JAKARTA, borneoreview.co – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengembangkan potensi 60,6 juta ton biomassa menjadi sumber energi dan bisnis baru. Memanfaatkan limbah perkebunan sawit, pertanian, dan kehutanan.
Vice President Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, Anita Puspita Sari mengatakan, limbah biomassa domestik membuka peluang pengembangan bioenergi dengan produk yang beragam.
Pemanfaatannya harus mempertimbangkan aspek teknis, keekonomian, aksesibilitas, serta kesiapan rantai pasok.
“PLN EPI sedang mengembangkan bioenergi sebagai jalur strategis untuk mengubah potensi feedstock domestik Indonesia yang melimpah menjadi solusi energi berkelanjutan,” kata Anita.
PLN EPI melirik pemanfaatan biomassa tidak hanya menjadi bahan bakar pembangkit listrik. Berbagai produk turunan biomassa dapat menghasilkan biochar, syngas, biohidrogen, compressed biogas (CBG), biofuel, hingga bioetanol.
PLN Energi Primer Indonesia telah mengembangkan teknologi biomassa menjadi bahan bakar 52 PLTU dengan total kapasitas 18,9 gigawatt (GW).
“Biomassa dapat dimanfaatkan untuk mendukung program co-firing PLTU. Memenuhi kebutuhan industri, maupun menyasar pasar ekspor.”
Pengolahan biomassa juga dapat menghasilkan produk lain. Biochar diproduksi melalui proses torrefaction dan pyrolysis.
Sementara gasifikasi biomassa dapat menghasilkan syngas yang berpotensi mendukung program de-dieselisasi pada pembangkit berbahan bakar minyak.
PLN EPI juga melihat peluang biohidrogen untuk memenuhi kebutuhan industri pupuk. Sedangkan pengembangan biofuel dan bioethanol dapat membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan lain.
Pengembangan ini sejalan dengan transformasi PLN EPI sebagai pengelola pasokan energi primer. Mencari potensi bahan bakar elternatif hingga dapat terintegrasi menjadi solusi energi primer.
Bioenergi ke depan tidak hanya untuk pembangkit PLN, tetapi juga berpotensi memasok kebutuhan industri domestik, independent power producer (IPP), hingga pasar ekspor.
Bioenergi menjadi salah satu bagian dari strategi dekarbonisasi PLN Group menuju target net zero emissions (NZE) 2060.
Strategi ini berjalan beriringan dengan pengembangan energi terbarukan, de-dieselisasi, penyimpanan energi, hidrogen dan amonia.***
