BERLIN, borneoreview.co – Jerman menetapkan tenggat waktu beralih dari penggunaan bahan bakar fosil, batu bara dan minyak paling lambat tahun 2045. Mengurangi kerentanan bergantung pada pasar energi global.
Jerman menjadi negara ketiga di Eropa yang menyatakan keseriusan beralih dari energi fosil ke teknologi rendh karbon. Prancis dan Belanda lebih dulu menyusun peta transisi beralih dari bahan bakar fosil.
Kanselir Friedrich Merz menyampaikan secara rinci rencana pemerintah tersebut bertepatan dengan Sidang Umum PBB tahunan dan pekan iklim di New York.
Kerangka kerja beralih dari bahan bakar fosil, mencakup strategi pemanfaatan teknologi rendah karbon. Pemerintah Jerman berharap tujuan itu dapat tercapai sesuai target tahun 2045.
“Langkah ini memungkinkan Jerman mengurangi impor bahan bakar fosil secara signifikan. Serta menurunkan ketergantungan pada rantai pasok yang rentan terhadap krisis geopolitik,” kata Menteri Lingkungan Hidup Jerman, Carsten Schneider.
Dampak perang Iran terhadap harga minyak dan gas menekan negara-negara untuk beralih ke sumber energi alternatif.
Dalam pidatonya, Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres menyatakan keyakinannya bahwa “masa depan tanpa bahan bakar fosil sudah di depan mata”.
Guterres menyerukan kepada setiap pemerintah untuk mengadopsi rencana nasional transisi keluar dari bahan bakar fosil. Kebijakan itu selaras dengan target global pembatasan kenaikan suhu 1,5°C.
PBB awal bulan ini PBB menyatakan dunia kemungkinan besar akan melampaui target Perjanjian Paris 2015 yang membatasi pemanasan global hingga 1,5°C di atas tingkat praindustri.
Pada April 2026 pemerintah Prancis mengumumkan rencana menghentikan penggunaan batu bara pada 2030, minyak pada 2045, dan gas alam pada 2050.
Duta besar iklim Prancis, Benoit Faraco melakukan pembicaraan dengan Afrika Selatan, Vietnam, Senegal, dan Indonesia terkait penyusunan peta jalan mereka masing-masing.
Benoit Faraco menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Prancis menjadi salah satu negara penghasil listrik utama di dunia.
“Kami ingin memanfaatkan kemandirian energi. Kami ingin setiap tahun menghasilkan pendapatan —melalui energi bersih- sebesar ratusan ribu dolar yang akan membantu kami berinvestasi dalam energi terbarukan dan nuklir.”
Pemerintah Inggris dalam Sidang Umum PBB tahunan dan pekan iklim di New York juga menegaskan komitmen beralih dari minyak, gas, dan batu bara.
“Kami akan terus bergerak maju. Termasuk dalam transisi meninggalkan bahan bakar fosil,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, Ed Miliband.***
