BANGKA, borneoreview.co – Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung bakal memiliki pabrik baru pengolahan kelapa sawit. Mendorong investasi dan perekonomian sektor perkebunan sawit.
Pabrik kelapa sawit milik PT Bangka Mitra Mandiri dibangun di Dusun Bukit Tulang, Desa Rinding Panjang, Kecamatan Belinyu. Rencananya di kecamatan ini berdiri dua unit pabrik baru pengolahan sawit.
Bupati Bangka, Fery Insani menghadiri langsung peletakan batu pertama pabrik sawit PT Bangka Mitra Mandiri.
Dia berharap pembangunan fasilitas pengolahan sawit dapat membuka lapangan pekerjaan dan peluang baru ekonomi bagi warga.
Fery Insani berharap investasi yang masuk ke daerahnya memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap investasi dapat memberikan dampak positif untuk daerah. Terutama membuka lapangan pekerjaan dan peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Bupati Fery Insani.
Jumlah produksi kelapa sawit petani di Kepulauan Bangka Belitung mencapai 347.941 ton pada tahun 2025. Naik dari 229.616 ton pada tahun 2024.
Sebaran jumlah produksi kelapa sawit petani di Bangka Belitung: Sebanyak 58.068 ton di Kabupaten Bangka, 14.899 ton di Belitung, dan 179.310 ton di Bangka Barat.
Sedangkan jumlah produksi sawit petani di Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Belitung Timur masing-masing 35.502 ton, 51.686 ton dan 8.456 ton.
Saat ini terdapat 9 unit pabrik yang beroperasi di Kabupaten Bangka menampung hasil panen tandan buah segar dari petani swadaya. Direncanakan 13 pabrik pengolahan sawit berdiri di Bangka.
Pabrik yang sudah beroperasi antara lain PT Tata Hampara Eka Persada, PT Mitra Agro Sembada, dan PT Putra Bangka Mandiri.
Harga tandan buah segar (TBS) plasma di Bangka Belitung saat ini berkisar Rp3.089 hingga Rp3.832 per kilogram.
Harapannya dengan bertambah banyak pabrik pengolahan, hasil panen petani kelapa sawit bisa lebih terserap.
Jumlah pabrik yang bertambah juga meningkatkan persaingan harga, sehingga petani mendapatkan harga jual yang baik.***
