BENGKAYANG, borneoreview.co – Sebanyak delapan keluarga di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menerima bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dari Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat melalui sinergi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Kalbar.
Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalbar Donata Krisantus mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui penyediaan hunian yang layak, sehat dan aman.
“Rumah bukan hanya empat dinding dan sebuah atap. Rumah adalah tempat anak tumbuh dan belajar, tempat ibu merawat keluarga, dan tempat setiap anggota keluarga pulang dengan rasa aman,” ujarnya saat menyerahkan bantuan dalam kunjungan kerja TP PKK Provinsi Kalbar di Kabupaten Bengkayang, Sabtu (10/10).
Menurut Donata, kondisi rumah memiliki keterkaitan dengan kesehatan keluarga. Atap bocor, lantai lembap, ventilasi yang buruk, dan sanitasi yang tidak memadai dapat mempengaruhi kualitas lingkungan tempat tinggal, terutama bagi anak-anak.
Karena itu, pemenuhan kebutuhan hunian yang layak juga menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan keluarga dan pencegahan stunting.
Ia menjelaskan, program perumahan tersebut sejalan dengan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK serta penguatan posyandu melalui enam standar pelayanan minimal (SPM), yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
Donata berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh keluarga penerima untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang bersih dan sehat.
Ia juga mengingatkan penerima manfaat agar menjaga kebersihan rumah, memastikan sirkulasi udara dan pencahayaan berjalan baik, serta memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran bergizi jika memungkinkan.
“Rawatlah rumah ini sebaik-baiknya. Jadikan ia bersih, sehat, dan hangat: buka jendela agar udara dan cahaya masuk, jaga kebersihan lingkungan, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta manfaatkan pekarangan untuk menanam sayur bergizi,” katanya.
Selain penyaluran bantuan, Donata meminta kader PKK berperan aktif mengidentifikasi keluarga yang masih membutuhkan dukungan perbaikan rumah. Pendataan harus dilakukan secara cermat dan jujur agar bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan.
Ia juga mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat gotong royong sehingga semakin banyak keluarga dapat menempati hunian yang layak.
“Kepada kader PKK, lakukan pendataan dengan cermat dan jujur agar bantuan tepat sasaran, dampingi keluarga penerima, dan laporkan saudara-saudara kita yang masih membutuhkan uluran tangan,” ujarnya.(Ant)
