Izin Produksi Macet, Operasional Tambang Emas PT Gayo Mineral Resource di Aceh Terhenti

Biji emas

GAYO LUES, borneoreview.co – Operasional tambang emas PT Gayo Mineral Resource di Gayo Lues, Aceh terhenti. Anak perusahaan PT Darma Henwa Tbk itu belum memiliki izin produksi pertambangan untuk melakukan eksplorasi lanjutan.

Kegiatan penambangan emas PT Gayo Mineral terhenti sejak 8 Maret 2026. Hingga kini, proses pengurusan izin usaha penambangan belum juga selesai.

“Rencana pengeboran Februari 2026 hingga Juni 2027. Tertunda sejak 8 Maret 2026 akibat force majeure terkait IUP,” dikutip dari halaman informasi PT Darma Henwa Tbk.

Manajemen PT Darma Henwa mengatakan akibat terhambatnya IUP, PT Gayo Mineral Resource tidak dapat melakukan eksplorasi baru pada kuartal III tahun 2026.

Pada kuartal II tahun 2026 perusahaan berhasil mengeksplorasi lahan seluas 31.485 meret yang mencakup 102 lubang pengeboran.

Stop Operasi

Praktis saat ini tidak ada kegiatan pengeboran. Operasional tambang hanya bersifat menyiapkan teknis pengeboran jika sewaktu-waktu izin usaha pertambangan kembali terbit.

Eksplorasi di wilayah Tengkareng merupakan bagian dari upaya PT Darma Henwa memastikan cadangan emas yang dapat dikembangkan dari Gayo Lues, Aceh.

Perseroan mengontrak SRK Consulting (Australasia) Pty Ltd untuk menyusun domain geologi dan domain estimasi untuk persiapan audit JORC.

Kunjungan lapangan pertama SRK Consulting ke Gayo Lues sudah dilaksanakan pada September 2026.

Manajemen PT Darma Henwa saat sedang mengurus perpanjangan IUP eksplorasi dan meningkatkan izin menjadi operasi produksi.

Modal Pinjaman

PT Darma Henwa sebelumnya mengajukan pinjaman tanpa bunga kepada PT Seraya Laju Karya. Tambahan modal tersebut untuk mendanai proyek eksplorasi tambang emas di Gayo Lues.

PT Seraya Laju Karya berkomitmen memberikan pinjaman dengan plafon Rp455 miliar yang akan jatuh tempo pada 31 Desember 2028.

Kesepakatan kontrak pendanaan terwujud tiga hari setelah PT Darma Henwa mengakuisisi mayoritas saham PT Gayo Mineral Resources lewat PT Mahadaya Imajinasi Nusantara (MIN).

Setelah menguasai saham PT Gayo Mineral, perusahaan memiliki akses langsung pada tambang emas Gayo Lues.

Menurut laporan keuangan PT Darma Henwa pada akhir Juni 2026, nilai aset tambang Gayo Mineral mencapai Rp7,03 triliun.

Masih ada tugas terakhir PT Darma untuk memastikan nilai ekonomi dan prospek cadangan emas yang tersimpan pada konsesi tersebut.

Prospek Cadangan Emas

Proyek eksplorasi Gayo Lues selama 12 bulan terakhir fokus pada prospek utama Upper Tengkereng dan Lower Tengkereng.

Kedua wilayah tersebut saat berada pada tahap eksplorasi awal hingga menengah. Kegiatan pengeboran menargetkan fitur-fitur geologi prospektif yang telah teridentifikasi melalui pemetaan permukaan, pengambilan sampel geokimia, dan survei geofisika.

Pinjaman tanpa bunga dari PT Seraya Laju Karya akan menopang kegiatan eksplorasi awal di Gayo Lues. PT Darma Henwa menyerap Rp196,53 miliar pinjaman dari PT Seraya selam November-Desember 2025.

Hingga Juni 2026, PT Darma Henwa telah mencairkan Rp297,88 miliar dari pinjaman PT Seraya Laju Karya atau sekitar 65 persen dari plafon pinjaman.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *