Distribusi Biodiesel B50, PT KAI Tambah Volume Angkut Bio Solar di Jawa dan Sumatera

Ilusrasi PT KAI mengangkut biodiesel B50.

JAKARTA, borneoreview.co – PT Kereta Api Indonesia berkontribusi melaksanakan mandatori biodiesel B50 untuk angkutan bahan bakar berbasis rangkaian kereta.

PT KAI mencatat kenaikan volumen mengangkut bahan bakar minyak non-batu bara mencapai 76.888 ton.

Rata-rata volumen mengangkut bahan bakar harian mencapai 7.458 ton, selama 273 hari masa operasional.

Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba mengatakan, pihaknya berkontribusi mengangkut BBM sebesar 22,3 persen dari total seluruh angkutan non-batu bara.

“Setiap hari ribuan ton BBM yang bergerak menggunakan kereta. Volume itu menggambarkan bagaimana perjalanan kereta barang menjadi bagian penting dari proses distribusi energi,” kata Anne Purba.

Distribusi Jawa dan Sumatera  

Menurut Anne, PT KAI menjadi mitra strategis Pertamina dalam melaksanakan mandatori B50 pada armada kereta.

PT Pertamina mengangkut BBM menggunakan rangkaian gerbong ketel (tank wagon) untuk mendistribusikan Pertalite, Pertamax, hingga Bio Solar ke wilayah konsumsi di Jawa dan Sumatra.

PT KAI sejak 1 Juli 2026 aktif mendukung transisi energi nasional. Perusahaan menerapkan penggunaan Biodiesel B50 pada lokomotif diesel dan kereta pembangkit.

Penyesuaian penggunaan Biodiesel B50 telah melalui serangkaian uji teknis keselamatan selama masa transisi tiga bulan.

Executive Vice President Corporate Secretary PT KAI, Wisnu Pramudya mengatakan, capaian mengangkut 2,036 juta ton BBM melampaui target kumulatif perusahaan hingga September.

Capaian itu mengurangi beban transportasi angkutan BBM di jalan raya mencapai 9.148.571 ton atau dari 8,91 juta ton dari tahun 2025.

Rangkaian Biodiesel  

Distribusi bahan bakar minyak menggunakan kereta efektif mengurangi beban kemacetan serta kerusakan jalan kendaraan angkutan berat.

“Transisi energi tidak berarti kebutuhan distribusi berhenti. Yang berubah jenis energi dan komposisinya. Kereta api memiliki kapasitas untuk mengawal perubahan tersebut melalui layanan logistik terintegrasi yang aman, efisien, dan terjadwal,” kata Wisnu Pramudya.

PT KAI mendukung program mandatori biodiesel sejak lama. Mulai dari B0 ( tahun 2017), B20 (2018–2019), B30 (2020–2022), B35 (2023–2024), B40 (2025–2026), hingga saat ini naik ke B50.

Sebelum menerapkan penuh penggunaan Biodiesel B50, PT KAI telah melakukan uji statis dan dinamis.

Biodiesel B50 dipakai pada lokomotif CC 206 KA Sembrani rute Surabaya–Jakarta PP. Uji coba genset pada rangkaian kereta memastikan ketahanan mesin dan komponen.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *