Ada 355 Sekolah Setingkat SMA di Kalbar Rusak dan Butuh Revitalisasi

Revitalisasi

PONTIANAK, borneoreview.co – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan sebanyak 355 dari 727 sekolah menengah atas (SMA) di Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami kerusakan sedang hingga berat sehingga menjadi prioritas usulan program revitalisasi untuk percepatan perbaikan fasilitas pendidikan.

“Sebanyak 355 sekolah yang mengalami kerusakan sedang dan berat memang kami dorong untuk lebih dulu mendapat program revitalisasi,” kata Faisal di Pontianak, Rabu (21/10/2026).

Dia mengatakan, pemerintah provinsi mendorong sekolah-sekolah tersebut mendapat bantuan revitalisasi secara bertahap, dengan harapan seluruhnya tertangani pada 2028.

Faisal menjelaskan, pada 2026 sebanyak 96 sekolah yang terdiri atas SMA, sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sekolah luar biasa (SLB) di Kalbar telah mendapatkan program revitalisasi.

Untuk 2027, Disdikbud Kalbar menyiapkan usulan lanjutan bagi lebih dari 100 sekolah. Pemerintah daerah berharap usulan tersebut dapat diakomodasi agar semakin banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan memperoleh bantuan.

Menurut Faisal, revitalisasi merupakan bagian dari prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus mengatasi persoalan bangunan dan fasilitas dasar yang belum memadai.

“Ini program prioritas Pak Presiden, sehingga tidak ada lagi sekolah yang bocor, tidak ada lagi sekolah yang kurang toilet, tidak ada sekolah yang atapnya roboh, dan seterusnya. Ini terjemahannya dalam program revitalisasi standar pendidikan,” katanya.

Faisal mengatakan program revitalisasi dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan Pemerintah Provinsi Kalbar memberikan dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terutama untuk melengkapi fasilitas pendukung yang belum tercakup dalam bantuan utama.

Ia mencontohkan, apabila sekolah masih membutuhkan pagar atau fasilitas penunjang lainnya, pemerintah daerah dapat mengupayakan dukungan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.

“Melalui penanganan bertahap tersebut, Pemprov Kalbar berharap perbaikan tidak hanya menyasar bangunan utama, tetapi juga melengkapi fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,” kata Faisal.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *