Akses Jalan Tertimbun Longsor di Nunukan Kaltara Sudah Bisa Dilintasi

longsor

JAKARTA, borneoreview.co – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan akses jalan yang sempat tertimbun material longsor dari tebing di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), saat ini sudah mulai terbuka dan dapat kembali dilintasi oleh kendaraan.

Melansir Antara, Rabu (3/6/2026), Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengatakan jalur darat di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, tersebut sempat terganggu setelah kawasan sekitar dihantam banjir dan tanah longsor.

“BPBD Kabupaten Nunukan melaporkan bahwa banjir telah surut dan akses jalan yang terdampak longsor masih dapat dilalui kendaraan,” kata dia, kemarin.

Dia menjelaskan peristiwa bencana alam tersebut dipicu oleh guyuran hujan dengan intensitas tinggi yang disertai dengan luapan air sungai setempat pada Senin (1/6/2026) lalu.

Dampak terjangan longsor secara spesifik menyasar struktur badan jalan utama yang menghubungkan rute arah Mamolo menuju wilayah Sei Lancang di kabupaten perbatasan tersebut.

Guguran material tanah dari tebing yang runtuh itu dilaporkan sebelumnya menutup sebagian badan jalan dengan dimensi ketinggian mencapai lima meter serta panjang longsoran sekitar 15 meter.

Berdasarkan laporan yang diterima BNPB dari tim reaksi cepat BPBD Nunukan, ada sebanyak 20 keluarga Tanjung Harapan yang terdampak dan kerugian materiil lain yang berhasil terdata akibat bencana ini sedikitnya meliputi 20 rumah warga serta satu bangunan masjid.

Abdul memastikan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim petugas gabungan lainnya masih berada di lokasi kejadian untuk memastikan kebutuhan dasar warga penyintas terpenuhi, sekaligus memperkecil risiko banjir-longsor susulan serta ancaman satwa liar seperti buaya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *